Karyawan PT MJA Positif Covid-19 Diduga Cluster GBI Lembang - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Karyawan PT MJA Positif Covid-19 Diduga Cluster GBI Lembang
    Audensi dengan PT MJA

    Karyawan PT MJA Positif Covid-19 Diduga Cluster GBI Lembang

    JuaraNews, Bandung – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Bandung memenutup sementara pabrik PT Masterindo Jaya Abadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Minggu (3/5/2020).

     

    Hal itu menyusul terkonfirmasinya seorang pegawai adminstrasi di pabrik ini yang positif Covid-19. "Hari ini tim Kota Bandung dan Jawa Barat datang untuk memberikan informasi ada salah satu pegawainya yang terpapar Covid-19," ujar Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Elly Wasilah.

     

    Elly mengungkapkan, pegawai yang terkonfirmasi Covid-19 diduga masuk dalam cluster GBI Lembang. Oleh karena itu, tim gugus tugas melakukan rapid tes terhadap 94 orang yang masuk dalam tenaga administrasi. Hasilnya sebanyak 11 orang dinyatakan reaktif.

     

    "Ada 11 reaktif dan dilanjutkan dengan swab test. Nanti 11 Mei 2020 akan dilakukan rapid tes kedua," ungkap Elly.

     

    Menurutnya, saat ini pegawai tersebut telah mengisolasi mandiri dengan diam di rumah dan tidak bekerja.

     

    Menyikapi kondisi tersebut, pabrik PT Masterindo ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. PT Masterindo merupakan salah satu pabrik yang memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dari Kementrian Perindustrian, sehingga ketika diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih bisa beroperasi.

     

    "Jadi mereka bisa beroperasi dengan memiliki izin. Tetapi ketika ada yang terpapar Covid-19, maka wajid untuk tutup. Perusahaan juga telah berjanji tidak mem-PHK karyawannya," tegas Elly.

     

    Namun, perusahaan meminta izin untuk menjelaskan penutupan pabrik kepada para karyawannya. "Nantinya akan dijelaskan bahwa memang pabrik akan tutup mulai hari Selasa. Ada permintaan tetap mempekerjakan 6 pegawai untuk menyelesaikan administrasi sekitar 3 hari. Karena pabrik ini ekspor, sehingga harus ada laporan atau pemberitahuan kepada pembeli dari luar negeri," tutur Elly. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    8 Daerah tak Laporkan Penambahan Positif Covid-19
    712 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet
    Kementerian Dorong Pemda Selenggarakan PPDB Secara Online
    Ruang Perawatan Covid-19 di Jabar Hanya Terisi 30,21 %. Kenapa?
    KPU Jabar: Tahapan Pilkada Serentak Mulai 15 Juni 2020
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads