Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Di Era Disrupsi, Influencer Jadi tantangan Bagi Wartawan dan Media
    Ridwan Kamil membuka seminar PWI

    Di Era Disrupsi, Influencer Jadi tantangan Bagi Wartawan dan Media

    JuaraNews, Bandung – Influencer menjadi tantangan bagi wartawan di era disrupsi media. Kecenderungannya influencer saat ini lebih banyak dipandang ketimbang wartawan.

     

    Direktur Bisnis Pikiran Rakyat Januar P. Ruswita mengatakan hal itu saat menyampaikan materinya pada Seminar Nasional bertema “Peran Pers di Era Disrupsi Media, Mendorong Media Daring Tumbuh Sehat dan Berkembang” di Gedung Sate, Bandung, Kamis (12/3/2020).

     

    “Dulu kalau agen tunggal pemegang merek mempunyai produk mobil baru, wartawan suka diajak ke luar negeri. Sekarang diundang mereka adalah influencer. Ini menjadi tantangan bagi media dan wartawan di era disrupsi media ini,” kata Jepi, panggilan bos Pikiran Rakyat ini.

     

    Jepi mengatakan, teknologi pengembangan internet telah mengubah dunia media dan jurnalisme, termasuk mengubah perilaku konsumsi dan perilaku produk komersial. Ia mengatakan, proses produksi konten pun menjadi berubah terutama dalam seleksi, konfirmasi, cek and recek, editing, dan kode etik.

     

    Hal serupa disorot pengelola Ayomedia, Mellysa Widyastuti. Di era disrupsi media, katanya, wartawan harus membuat berita sedikitnya untuk lima konten. Selain berita, katanya, wartawan atau jurnalis harus membuat konten untuk sosial media, video, atau pun bentuk lain.

     

    Hal ini, katanya, karena adanya tuntutan agar berita lebih banyak dibaca oleh banyak orang.

     

    Di sisi sumber berita, kata Mellysa, ada kecenderungan wartawan menggunakan sosial media sebagai sumber berita. Di Indonesia, katanya, 9 dari 10 wartawan atau responden menggunakan sosmed sebagai sumber media. “Ada kecenderungan berita dibuat saja dulu, untuk mengejar kecepatan dan jumlah pembaca yang banyak,” kata Mellysa.

     

    Hal ini dikritik Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun, yang menegaskan aspek konfirmasi harus tetap dilakukan. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Begini, Bersepeda Aman dan Nyaman di Masa AKB
    Lebih dari 500 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini  di Wilayah Jawa Timur  
    Dapat Cegah Penularan Covid-19, Tips dr Reisa Gunakan Masker yang Tepat
    Kades Minta Tambah Bantuan Keuangan, Uu Serap Aspirasi Masyarakat Pedesaan
    Pantai Pangandaran berisiko Sebarkan Covid-19, Diminta Tetap Waspada
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads