Hot News


Opini


  • Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam
    Peran Pemuda dalam Mekanisme Islam

    PEMUDA adalah pelopor perubahan di tangannya estapet kepemimpinan akan dilanjutkan. Untuk membentuk pemuda yang berjiwa pemimpin memerlukan banyak dukungan.

    BPD Harus Jadi Rumah Kebangkitan UMKM, Tidak Kalah dari Fintech

    • Selasa, 15 Desember 2020 | 00:44:00 WIB
    • 0 Komentar


    BPD Harus Jadi Rumah Kebangkitan UMKM, Tidak Kalah dari Fintech
    Customer service salah satu BPD sedang melayani nasabah. BPD dinilai memiliki ciri khas tersendiri yang lebih memahami kearifan lokal. (net)

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta bank pembangunan daerah (BPD) membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi.

    BPD dituntut menjadi rumah kebangkitan bagi pelaku UMKM.

     

    “Pemulihan ekonomi pascapandemi betul-betul ditopang perbankan. Dalam 2-4 tahun ke depan kami titipkan kepada bank pembangunan daerah,” ujar Emil saat telekonferensi video pada Munas dan Semnas Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia, dari Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Senin (14/12/2020).

     

    Menurutnya, bank BPD memiliki ciri khas sendiri yang menarik minat masyarakat, yakni memahami kearifan lokal. Karena itu, BPD harus punya strategi antropometris marketing atau marketing berbasis kewilayahan.

     

    “Kalau di daerah Sunda, pahami! Gunakan budaya lokal dalam ilmu marketingnya, demikian juga untuk di wilayah Priangan, dan seterusnya,” ucap Emil.

     

    Gubernur menilai, lokalitas merupakan pendekatan unggulan menjadikan BPD sebagai bank utama pembangunan di daerah. “Suatu hari masyarakat itu akan memilih perbankan yang sangat mudah operasionalnya. Oleh karena itu saya titip harus terus berinovasi untuk memudahkan masyarakat,” katanya.

     

    Emil mencontohkan, Kredit Mesra yang merupakan pinjaman tanpa bunga dan agunan berbasis rumah ibadah adalah sangat memudahkan masyarakat dan terbukti menjauhkan dari rentenir.

     

    “Masyarakat menengah ke bawah itu tidak terlalu bermasalah dengan bunga tinggi. Yang mereka permasalahkan adalah cara mengakses yang dianggap mudah. Semakin ribet semakin dijauhi, semakin mudah semakin didekati walaupun kadang bunganya mencekik,” ujarnya.

     

    Itulah kenapa dulu rentenir banyak disukai masyarakat karena memberikan kemudahan meski bunga tinggi. “Oleh karena itu mari kita lawan dengan cara meningkatkan agresivitas marketingnya. Tujuan utama kita adalah semangat menolong masyarakat dari jurang krisis ekonomi,” ajaknya.

     

    Kini rentenir sudah bertransformasi menggunakan fintech (online) yang membuat tantangan ke depan makin kompleks. “Semua hijrah ke digital, sehingga BPD jangan sampai ketinggalan oleh fintech-fintech itu,” tutup Emil. (*)

    Oleh: JuaraNews / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Awali Tahun 2021, UPTD Balai Mektan Uji 2 Alat Mesin Pertanian
    PT Pos Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir Kalsel dan Gempa Majene Sulbar
    Ridwan Kamil Sebut Patimban City Akan Sokong Pengembangan Rebana Metropolitan
    Kuartal IV 2020, Realisasi Anggaran PEN Capai Rp579,8 Triliun
    Demi Kebutuhan Ekonomi, Seorang Kakek Buat Masker dari Kain
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads