Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Ribka Tjiptaning Ajak Perempuan Indonesia Berani Masuki Segala Lini Kehidupan
    Ribka Tjiptaning

    Ribka Tjiptaning Ajak Perempuan Indonesia Berani Masuki Segala Lini Kehidupan

    JuaraNews, Sukabumi - Anggota Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning mengajak kaum perempuan berani memasuki segala lini kehidupan dan berani tampil di depan. Baik di lapangan sosial, ekonomi, budaya dan politik. Jika jaman dulu perempuan ingin terbebas dari belenggu feodalisme dalam keluarga dan masyarakat. Saatnya kini tampil di depan dan mendobrak dogma-dogma yang menghambat kemajuan perempuan.

     

    Pernyataan politisi perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan ini disampaikan kepada media dalam memperingati “Hari Perempua. sedunia,” yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2020.

     

    Anggota Fraksi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi IX DPR RI ini perlu menyerukan hal ini karena kecenderungan menguatnya kelompok politik yang semakin meminggirkan peran perempuan.

     

    “Bukan hanya didengungkan kelompok intoleran saja, bahkan parlemen hari-hari ini mengeluarkan RUU Ketahanan Rumah Tangga. Pada dasarnya RUU itu mengandung aspek diskriminasi gender,” ungkapnya.

     

    Politisi perempuan yang dalam sejarahnya pernah melawan kediktaktoran Soeharto itu mengatakan dalam rancangan itu dikatakan suami memiliki kewenangan menyelenggarakan resolusi konflik dalam keluarga, sedangkan istri hanya dalam ranah domestik seperti mengurusi urusan rumah tangga dan menjaga keutuhan keluarga.

     

    “Ini langkah mundur, dan kaum perempuan harus bersatu melawannya,” serunya.

     

    Dalam kesempatan peringatan Hari Perempuan Sedunia ini, Ribka Tjiptaning memberi apresiasi dan penghormatan terhadap kisah perjuangan seorang ibu dengan tiga anaknya.

     

    Ibu ini seorang diri membesarkan anak-anaknya yang masih kecil. Salah satu anaknya yang berumur 11 Tahun bernama Teo menjadi pasien cuci darah. Walau seorang diri karena suaminya pergi dari kehidupannya, sang ibu dengan semangat dan teguh menginginkan anaknya sehat kembali.

     

    Cinta kasih yang tulus telah menghantarkan sang ibu menyerahkan satu ginjalnya buat sang anak. November kemarin sang anak telah mendapatkan ginjal barunya. Hari ini Teo sudah bisa sekolah dan tak perlu cuci darah lagi.

     

    “Bagi saya, ibu ini adalah seorang perempuan dan juga ibu yang luar biasa. Patutlah kita mencontoh semangat dan ketulusan pengorbanannya,” pungkasnya. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Minta Pemkot Bandung Gelar Tes Massif di Secapa AD
    BMPI Lakuan Audiensi Dengan FPDIP DPRD Kota Bandung
    Diduga Dibunuh, Jenazah Jurnalis Metro TV Ditemukan di Pinggir Tol
    Gugus Tugas Covid-19 Jabar : Klaster Secapa Bukan Akibat Pelonggran PSBB
    Tuntut Kejelasan RUU HIP, Ratusan Massa Aksi Geruduk Gedung Sate
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads