web stats service from statcounter
238 WNI di Wuhan China Akhirnya Bisa Dipulangkan ke Indonesia
net Para WNI tiba di Bandara Hang Danim Batam

Wabah Virus Corona

238 WNI di Wuhan China Akhirnya Bisa Dipulangkan ke Indonesia

  • Minggu, 2 Februari 2020 | 22:21:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Batam - Sebanyak 238 dari 245 warga negara Indonesia (WNI) akhirnya berhasil dari Kota Wuhan, China, Minggu (2/2/2020) siang.

 

Ke-238 WNI tersebut bersama 5 anggota tim Aju diangkut dari pusat penyebaran Virus Corono tersebut menggunakan Pesawat Batik Air dan mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, sekitar pukul 08.45 WIB. Para WNI tersebut selanjutnya langsung diangkut menggunakan 3 pesawat milik TNI AU ke Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad di Pulau Ranai, Natuna, Kepulauan Riau.

 

Proses perpindahan WNI dari Batik Air ke pesawat TNI AU tersebut berlangsung sekitar 1 jam. Begitu turun dari pesawat, para WNI langsung disemprot cairan khusus semacan disinfektan, sesuai prosedur keamanan kesehatan.

Hasil gambar untuk 238 wni tiba di batam

Para WNI yang baru turun dari Pesawat Batik Air di Bandara Hang Nadim, Batam, langsung disemprot cairan khusus disinfektan, sebelum dipindahkan ke pesawat TNI AU yang akan mengangkut mereka ke Lanud Raden Sadjad, Natuna, Minggu (2/2/2020). (foto: net) 

 

Mereka berputar untuk memastikan seluruh pakaian dan bagian luar tubuhnya terkena cairan itu. Selesai disemprot, para WNI yang semuanya menggenakan masker memasuki 3 pesawat Hercules A-1315, Boeing AL-7304, dan Boeing A 7306 yang sudah siaga di Bandara Hang Nadim Batam, untuk membawa mereka ke Lanud Raden Sadjad.

 

Pengamanan super ketat pun diterapkan di areal Lanud Raden Sadjad, tidak ada yang diperbolehkan melintas atau memasuki areal bandara.

 

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, rencana semula WNI yang akan dievakuasi dari Wuhan dan kota-kota lainnya di Provindi Hubei, China berjumlah 245 orang. Namun ada 4 orang di antaranya yang menyatakan tidak bersedia dievakuasi atas kehendak sendiri. Sedangkan 3 orang lagi, tidak diizinkan keluar dari China karena tidak lolos screening oleh pemerintah setempat.

 

"Jadi 238 yang datang, menurut data," kata Menkes, Minggu (2/2/2020).

 

"Empat orang menyatakan untuk tidak mau berangkat karena lebih nyaman di sana. Meski kita sudah tawarkan semua," tambah Terawan.

 

Keempat WNI tersebut, kata Menkes, telah membuat surat pernyataan yang menyebutkan alasan mereka tidak bersedia dievakuasi. Sementara 3 WNI tersebut tidak berhasil melalui uji pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah China.

 

"Yang 3 tidak lolos screening. Screening yang dilakukan pemerintah China yang meliputi bertahap, tiga tahap mereka harus jalani," jelasnya.

 

Pemeriksaan yang dilakukan pemerintah China, lanjut Terawan, memberi sedikit kelegaan bagi pemerintah karena memberi kepastian bahwa WNI yang berhasil dievakuasi adalah mereka yang dalam keadaan sehat.

 

"Itu membuat kita merasa nyaman bahwa yang berangkat ke kita (Indonesia) ini sudah dipastikan oleh pemerintah China bahwa itu (mereka) adalah orang-orang yang sehat," tegas Terawan.

 

Namun demikian, pemerintah Indonesia tetap harus memastikan kembali kesehatan mereka yang berhasil mendarat di Indonesia melalui pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan WHO.

 

"Peraturannya (ketika) mendarat di sini (Indonesia) saya yang harus memastikan ganti. Saya harus pastikan ganti, sehat betul opo tidak, standarnya sama atau tidak," ujar Terawan.

 

"Itu adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan namanya cek dan ricek sesuai dengan standar WHO yang ada," katanya.

 

Hasil gambar untuk 238 wni tiba di batam

Tiga pesawat milik TNI AU mengangkut 238 WNI dari Bandara Hang Nadim, Batam ke Lanud Raden Sadjad, Natura, Minggu (2/2/2020). Sebelum para WNI yang terjebak di Kota Wuhan China yang menjadi pusat penyebaran Virus Corono, berhasil dievakuasi menggunakan pesawat Batik Air dan mendarang di Bandara Hang Nadim, sekitar pukul 08.45 WIB. (foto: net)

 

Dikarantina selama 14 Hari di Natuna
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menyampaikan selain 238 WNI yang dipulangnya, ada 5 anggota Tim Aju yang pulang ke Indonesia dipulangkan dari Wuhan. Mereka, kata Retno, telah tiba dengan selamat di Natuna.

 

“Mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari. Masa observasi ini juga akan dilakukan terhadap 42 tim penjemput WNI dari Wuhan,” ujar Retno saat memberikan keterangan pers kepada wartawan seusai mengikuti Rapat dengan Presiden Joko Widodo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Mingggu (2/2/2020).

 

Total orang yang akan menjalankan observasi, menurut Menlu, berjumlah 285, yang terdiri atas 238 WNI yang terjebak di Provinsi Hubei, 5 anggota Tim Aju, termasuk 42 anggota tim penjemput. Hingga saat ini, semuanya dalam kondisi sehat.

 

Lebih lanjut, Retno menyampaikan, Kemenkes akan membuka kantor di Natuna dan memberikan perkembangan terkini.

 

“Menteri Kesehatan bersama dengan tim akan membuka kantor di Natuna dan juru bicara dari Menteri Kesehatan dari waktu ke waktu akan menyampaikan update perkembangan,” ujar Retno. (*)

Oleh: JuaraNews / fan

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Batalkan Kunjungan ke 2 Negara, Emil Bakal Langsung Pantau Banjir di Subang
Sejumlah Wilayah Terendam Banjir, Emil Segera Kembali dari Perjalanan Dinas di Australia
Pendaftaran Calon Komisioner KPID Jabar Dimulai Besok
Pemprov Jabar Komitmen Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Banjir
Pemprov Jabar Siap Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Banjir