JuaraNews, Bandung – Sejumlah pelaku usaha di sektor pariwisata yang tergabung dalam berbagai asosiasi menggelar audiensi dengan Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat.
Mereka menyampaikan aspirasi sekaligus keresahan terkait dinamika kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap perkembangan dunia pariwisata di daerah.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Asosiasi Indonesia Tour and Travel (Asita), Serikat Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB), serta Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri).
Baca Juga: DPRD Jabar Matangkan Langkah Akhir MoU dengan Victoria
Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto, menyambut baik masukan dari para pelaku usaha tersebut. Ia menegaskan komitmen DPRD untuk terus mengawal kebijakan pemerintah provinsi agar sejalan dengan arah pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
“Potensi pariwisata di Jawa Barat sangat besar, bukan hanya dari keindahan alamnya, tetapi juga dari kreativitas, kerajinan, budaya, dan aspek ekonomi kreatif lainnya,” ujar Bambang, Senin (6/10/2025).
Bambang menekankan, Komisi II siap menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha untuk memastikan sektor pariwisata dapat berkembang secara inklusif dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat luas.
Baca Juga: DPRD Jabar Dorong Pembangunan Strategis di Hari Jadi ke-80 Jabar
“Kami percaya, sektor ini perlu dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Pariwisata Jawa Barat (SP3JB) Herdi Subardja menyoroti pentingnya kesinambungan kegiatan wisata, termasuk kebijakan terkait pelarangan study tour yang sebelumnya dikeluarkan pemerintah provinsi.
Menurut Herdi, kebijakan tersebut berpotensi menekan aktivitas ekonomi para pelaku pariwisata yang selama ini berkontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: DPRD Jabar Dorong Pembenahan Menyeluruh BIJB untuk Hidupkan Bandara Kertajati
“Kami tidak ingin gubernur mencabut surat edaran secara sepihak. Sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap PAD. Karena itu, perlu kolaborasi konkret antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengembangkan pariwisata di Jawa Barat,” tegasnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terciptanya sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah, demi memperkuat daya saing pariwisata Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional. (dsp)







