JuaraNews, Bandung – Billy Martasandy SPsi MSi PhD resmi diangkat sebagai anggota Majelis Pakar Asosiasi Dosen Kolaborasi Lintas Perguruan Tinggi (DKLPT).
Pengangkatan ini menambah deretan akademisi dan praktisi yang dipercaya untuk memberikan kontribusi strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Billy Martasandy dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi yang aktif dalam pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif penguatan kapasitas institusi pendidikan melalui Martasandy Group Indonesia.
Dalam pernyataannya, Billy menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi secara nyata dalam memajukan pendidikan tinggi nasional. “Ini adalah amanah besar. Saya berharap dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif, terutama dalam mendorong inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan kualitas lulusan yang adaptif terhadap tantangan global,” ujar Billy.
Baca Juga: Targetkan Pendidikan Merata, Kota Bandung Alokasikan Rp43 Miliar untuk Beasiswa dan RMP
DKLPT sendiri merupakan wadah kolaboratif yang menghimpun para pakar, akademisi, dan pemangku kepentingan di bidang perguruan tinggi. Lembaga ini berperan dalam merumuskan rekomendasi kebijakan, penguatan tata kelola, serta pengembangan mutu pendidikan tinggi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.
Keberadaan Majelis Pakar dalam DKLPT menjadi elemen penting dalam memberikan arah strategis berbasis keilmuan dan pengalaman praktis. Para anggota majelis diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan dunia kerja, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inovatif dan berdaya saing.
Baca Juga: Kemendikdasmen Gandeng Komunitas Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Dengan bergabungnya Billy Martasandy, DKLPT diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam menghadapi era digital dan disrupsi global.
Pengangkatan ini juga mencerminkan kepercayaan terhadap kapasitas Billy sebagai pemikir dan praktisi yang mampu memberikan perspektif baru dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. (den)







