banner 500x188

Menikah Tak Harus Mewah: Membangun Keluarga Berkualitas Lewat Kesederhanaan

Menikah Tak Harus Mewah: Membangun Keluarga Berkualitas Lewat Kesederhanaan
Menikah Tak Harus Mewah: Membangun Keluarga Berkualitas Lewat Kesederhanaan. (Foto:Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Pemprov Jawa Barat terus mendorong budaya pernikahan yang sederhana, bermakna, dan berorientasi pada kesiapan membangun keluarga. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan akad nikah Naila Puja Rislani dengan Muhammad Sayyid Az Zahiri yang berlangsung khidmat di KUA Baleendah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjadi saksi pernikahan tersebut dan turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti.

Kegiatan tersebut menegaskan pentingnya keteladanan dalam membangun budaya pernikahan yang lebih sederhana dan substansial di tengah masyarakat.

Baca Juga:Mengenal Lebih Dekat Peace Lily

Pernikahan ini menjadi contoh nyata implementasi Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 55/PMD.03.04/KESRA Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perkawinan dan Khitanan Sederhana, yang mengimbau masyarakat untuk mengedepankan kesederhanaan serta kesiapan berkeluarga dalam setiap penyelenggaraan pernikahan.

Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa praktik penyelenggaraan pernikahan yang berlebihan berpotensi menimbulkan beban ekonomi, memicu utang, serta berdampak pada ketahanan rumah tangga di masa depan.

Momentum pernikahan ini menegaskan beberapa pesan penting kepada masyarakat yaitu pernikahan dapat dilaksanakan secara sederhana namun tetap sakral dan penuh makna, kesiapan mental, kesehatan, dan ekonomi merupakan pondasi utama dalam membangun keluarga serta kesederhanaan adalah langkah awal menuju keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Pemprov Jawa Barat melalui berbagai program pembangunan keluarga terus mengedukasi masyarakat agar menjadikan pernikahan sebagai titik awal kehidupan yang stabil, bukan sebagai sumber tekanan finansial.

Baca Juga:Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat Investasi Masa Depan Bangsa

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengikuti Sekolah Pra Nikah atau sejenisnya, melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, serta merencanakan kehidupan rumah tangga secara matang sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang berkualitas.

Melalui contoh konkret ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang mengadopsi pola pikir baru dalam menyelenggarakan pernikahan lebih sederhana, lebih bijak, dan lebih berorientasi pada masa depankeluarga. (*)