JuaraNews, Bandung – Musyawarah Daerah (Musda) ulang DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Provinsi Jawa Barat 2026 telah usai.
Hasilnya Epriyanto Kasmuri kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Perbasi Jabar untuk periode 2026-2030.
Musda ulang Perbasi Jabar di Ruang Rapat Lantai 3 KONI Jabar, Sabtu (25/4/2026), menyisakan sejumlah catatan menarik yang layak menjadi bahan refleksi bagi insan olahraga, khususnya bola basket Jawa Barat.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni terkait biaya pendaftaran bagi calon ketua, yang ditetapkan sebesar Rp200 juta.
Baca Juga: Musda Perbasi Jabar 2026 Tuntas, Transparansi Pengelolaan Dana Pendaftaran Jadi Perhatian
Nilai tersebut terbilang besar dan sempat menjadi sorotan, bahkan dalam suasana santai, Epriyanto sempat berkelakar bahwa nominal tersebut setara dengan harga satu unit mobil baru, yang dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga.
Meski demikian, di balik angka yang tidak kecil itu, tersimpan cerita solidaritas yang justru menjadi esensi dari olahraga itu sendiri.
Dukungan bagi Epriyanto Kasmuri dalam musda Perbasi Jabar tak hanya dalam bentuk dukungan saja. Namun, hadir juga dalam wujud nyata.
Semangat Gotong Royong
Sebanyak 13 Pengurus Cabang (Pengcab) yang mendukungnya secara sukarela bergotong royong mengumpulkan dana untuk memenuhi syarat pendaftaran tersebut.
Baca Juga: Epriyanto Kasmuri Resmi Terpilih Sebagai Ketua Perbasi Jabar 2026/2030
Dari total Rp200 juta yang dibutuhkan untuk pendaftaran, terkumpul Rp170 juta dari para Pengcab, sedangkan sisanya sebesar Rp30 juta ditambahkan langsung oleh Epriyanto.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan Pengcab ini tak lepas latar belakang Musda sebelumnya, saat itu Epriyanto telah lebih dahulu mengeluarkan dana pendaftaran sebesar Rp150 juta.
Namun, proses tersebut berujung pada penundaan karena salah satu calon tidak memenuhi kewajiban administratif, sehingga dana yang telah disetorkan dinyatakan hangus.

Kondisi ini, memunculkan empati sekaligus solidaritas dari para Pengcab pendukung Epriyanto Kasmuri.
“Saya sangat bangga. Hari ini masih ada rekan-rekan Pengcab yang dengan hati bersih dan ikhlas mampu bergotong royong seperti ini. Ini bukan hanya soal dukungan, tapi tentang integritas,” kata Epriyanto.
“Mereka tidak mudah digoyahkan oleh hal-hal lain untuk mengalihkan dukungan. Ini yang saya sebut sebagai insan basket sejati,” ujar Epriyanto.
Aksi gotong royong seperti ini menjadi nilai langka di tengah arus modernisasi yang kian menguatkan pola hidup individualistis.
Padahal, gotong royong merupakan salah satu fondasi utama dalam budaya Indonesia yang selama ini menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan dan solidaritas.
Aksi dari Pengcab dalam Musda Perbasi Jabar ini menjadi pengingat bahwa olahraga bukan hanya tentang kompetisi di lapangan, tetapi juga tentang nilai-nilai luhur di baliknya.
Solidaritas, keikhlasan, dan integritas masih hidup dan nyata—menjadi harapan bagi masa depan pembinaan olahraga yang lebih berkarakter.







