JuaraNews, Semarang – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba) secara resmi membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) masyarakat di Provinsi Jawa Tengah pada hari Senin, 6 April 2026.
Kegiatan ini mencakup dua pelatihan, yaitu Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) bagi Pekerja Tambang Skala Kecil, serta Pelatihan Pengelolaan Geopark di Provinsi Jawa Tengah. Acara pembukaan diselenggarakan secara luring bertempat di salah satu hotel Semarang.
Dalam acara pembukaan ini, sambutan dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah disampaikan oleh Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah, Ibu Siti Ismaillyaningsih, yang hadir mewakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: PVMBG: Dentuman di Sekitar Gunung Ciremai Bukan Aktivitas Erupsi
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Yudi Pratama, selaku Koordinator Penyelenggaraan dan Pengelolaan Sarana Prasarana Pengembangan SDM, yang hadir mewakili Plt. Kepala PPSDM Geominerba.
Dalam sambutannya, Yudi Pratama menekankan besarnya potensi alam yang dimiliki oleh daerah tersebut.
“Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi sumber daya geologi yang beragam, baik berupa sumber daya mineral maupun warisan geologi yang bernilai penting untuk pendidikan, konservasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Jawa Barat Jadi Model Penerapan SMK Go Global
Beliau menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya tersebut perlu dilakukan secara optimal, aman, dan berkelanjutan.
Pelatihan ini akan berlangsung selama 5 (lima) hari, terhitung sejak tanggal 6 hingga 10 April 2026. Jumlah peserta untuk masing-masing diklat berjumlah 20 (dua puluh) orang peserta, yang seluruhnya merupakan masyarakat dari Provinsi Jawa Tengah.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan prosesi pengalungan tanda peserta secara simbolis. Bapak Hasan Safrudin maju sebagai perwakilan dari peserta Pelatihan dan Sertifikasi POP, sementara Ibu Arina Maqshurotin Filkhiyam mewakili peserta Pelatihan Pengelolaan Geopark.
Baca Juga: Dukung UMKM dan Ekraf, Ratnawati Tekankan Pengawasan Efektif Program Pemerintah Daerah
Penyelenggaraan kedua diklat ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya geologi di Jawa Tengah secara aman dan berkelanjutan. Pelatihan POP difokuskan untuk memenuhi kompetensi peserta sebagai front line supervisor yang membawahi karyawan pelaksana, sekaligus bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pertambangan skala kecil.
Hal ini sangat penting untuk menjawab tantangan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik dan perlindungan lingkungan.
Baca Juga: Saeful Bachri Dorong Dinas Koperasi Latih Pengurus KMP
Sementara itu, Pelatihan Pengelolaan Geopark bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan geopark secara terpadu.
Peningkatan kompetensi ini diharapkan tidak hanya mendukung pelestarian warisan geologi (konservasi), tetapi juga mampu mendorong pengembangan ekonomi lokal serta penguatan sektor pariwisata yang berkelanjutan di wilayah Jawa Tengah.Selama lima hari ke depan, seluruh materi akan diberikan secara intensif oleh instruktur dari PPSDM Geominerba dan Badan Geologi. (dsp)







