JuaraNews, Bandung – Kesadaran generasi muda di Jawa Barat untuk mengamankan masa depan finansial lewat investasi emas rupanya semakin tinggi. Buktinya, hingga Mei 2026, Program Tring Pegadaian yang dijalankan PT Pegadaian Kantor Wilayah X Jawa Barat sukses merangkul 404 ribu nasabah.
Menariknya, angka ini didominasi oleh kalangan milenial dan Gen Z yang kian paham pentingnya investasi jangka panjang.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah X Jawa Barat, Eko Supriyanto, menyebutkan bahwa antusiasme ini melonjak tajam seiring meroketnya harga emas dunia yang kini bertengger di angka Rp2,5 juta hingga Rp2,6 juta per gram.
Baca Juga:Kinerja Semakin Solid, Pegadaian Catatkan Laba Bersih 8,34 T di Tahun 2025
Meski sempat melonjak drastis, pergerakan harga logam mulia tersebut kini mulai menunjukkan tren yang stabil. Stabilitas inilah yang justru mendongkrak rasa percaya diri masyarakat untuk menaruh dana mereka di instrumen emas, karena dinilai minim risiko dan tetap memikat.
“Terjadi peningkatan yang signifikan dari penjualan emas kita,” kata Eko, di kantor Pegadaian X Bandung, Jumat (29/5/2026).
Eko menambahkan, fluktuasi harga emas ini sangat dipengaruhi oleh dinamika global, salah satunya pergerakan kurs dolar AS. Di tengah kondisi ini, aktivitas masyarakat di Pegadaian terpantau makin produktif, baik untuk keperluan modal usaha maupun konsumsi.
Bukan cuma itu, animo berburu emas sebagai aset investasi juga terus merangkak naik. Fenomena tersebut tercermin jelas dari lonjakan transaksi pembelian emas di berbagai kanal layanan Pegadaian.
Baca Juga:KAI Commuter Bandung Layani Lebih dari 581 Ribu Pengguna
Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, emas juga menjelma menjadi penolong bagi para orang tua. Banyak warga yang mendatangi Pegadaian untuk mengajukan pembiayaan dengan menjaminkan emas mereka demi memenuhi kebutuhan sekolah anak.
“Tentu kita selalu mengingatkan masyarakat, untuk keperluan apa pun simpanlah emas karena suatu saat akan berguna,” ujarnya.
Target 540 Ribu Nasabah di Akhir Tahun 2026
Program Tring Pegadaian diakui menjadi salah satu pendorong utama menjamurnya investor emas di Tanah Pasundan. Dari capaian 404 ribu nasabah per Mei 2026, Pegadaian optimis bisa menggenjot angka tersebut hingga menyentuh 540 ribu nasabah pada akhir tahun nanti.
“Jadi masih ada 136 ribu lagi yang akan kita targetkan,” tegas Eko.
Baca Juga:14 Ribu Personel Disiagakan Amankan Jalur Mudik dan Destinasi Wisata di Jawa Barat
Eko melihat adanya pergeseran tren yang menarik di kalangan anak muda. Jika sebelumnya lantai bursa saham menjadi primadona, kini para genmuda mulai beralih ke emas karena sifatnya yang lebih stabil dan ramah di kantong.
“Anak muda sekarang sudah mulai melek investasi emas,” ujarnya.
Kesadaran baru ini kian solid setelah mereka menyaksikan sendiri bagaimana harga emas terus merangkak naik belakangan ini. Generasi muda mulai paham bahwa emas bukan sekadar pajangan, melainkan pelindung nilai aset yang ampuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Faktor lain yang membuat emas kian digandrungi adalah kemudahan teknologi. Lewat aplikasi digital terbaru milik Pegadaian, siapa saja bisa mulai menabung emas hanya dengan modal Rp10 ribu. Inovasi ramah kantong inilah yang membuat investasi emas menjadi sangat inklusif bagi pelajar, mahasiswa, hingga pekerja pemula.
“Bahkan dengan Rp10 ribu anak muda bisa beli emas. Selain itu, dengan aplikasi yang baru ini progresnya cukup signifikan, yakni mencapai lima kali lipat kenaikannya,” pungkas Eko.
Capaian manis Program Tring Pegadaian di Jawa Barat ini menjadi bukti nyata bahwa investasi emas bukan lagi monopoli generasi tua. Milenial dan Gen Z kini sukses menyulap emas menjadi instrumen investasi favorit karena aksesnya yang mudah, murah, dan teruji tahan banting dalam jangka panjang. (*)







