JuaraNews, Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan kerja sama penyelenggaraan program UPI berhaji sebagai upaya mendorong dosen untuk melaksanakan ibadah haji sekaligus memperkuat pengembangan karakter sivitas akademika.
Kegiatan program UPI Berhaji ini kerjasama Kementerian Wilayah (Kanwil) Haji dan Umrah Jawa Barat dan Syariah Indonesia (BSI) digelar di Gymnasium UPI, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga:UPI Kukuhkan 14 Guru Besar Baru
Rektor UPI Prof Didi Sukyadi mengatakan bahwa program tersebut secara khusus ditujukan bagi para dosen. Sebab, katanya, ibadah Haji salah satu bagian penting dalam pembentukan karakter yang akan berdampak positif terhadap kualitas
“Program ini ditujukan untuk Bapak dan Ibu dosen. Saya meyakini bahwa ibadah haji merupakan bagian dari pengembangan karakter. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh dosen untuk dapat melaksanakan ibadah haji,” ujar Prof Didi Sukyadi.
Prof Didi mengatakan, manfaat dari program tersebut tidak hanya dirasakan oleh para dosen, tetapi juga oleh mahasiswa. Dosen yang memiliki karakter baik diharapkan mampu memberikan pendidikan dengan lebih tulus, penuh kasih sayang, serta semakin mencintai mahasiswa.
“Meskipun dampaknya tidak dirasakan secara langsung, insyaallah program ini akan memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika UPI,” katanya.
Baca Juga:Pegadaian Jabar Fasilitasi Masyarakat Yang Ingin Laksanakan Ibadah Haji dan Umrah
Rektor juga menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang mampu membentuk karakter, sikap, dan budi pekerti.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan, khususnya dalam pengembangan karakter, sikap, dan budi pekerti melalui upaya mendorong sivitas akademika agar dapat melaksanakan ibadah haji. Ini adalah bagian dari pendidikan yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UPI yang mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan akademisi, untuk mendaftar haji.
Menurut Boy, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia. Namun, jumlah pendaftar hajinya masih berada di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kuota haji Jawa Barat pada 2026 dan 2027.
Baca Juga:UPI dan Kemensos Kolaborasi Kembangkan Sekolah Rakyat
“Kami dari Kementerian Haji di Jawa Barat tentu sangat mendukung kegiatan ini. Karena itu, kami terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendaftaran haji sekaligus mewujudkan penyelenggaraan haji yang semakin inklusif,” kata Boy. (*)







