banner 500x188

RSGM Unjani Dorong Deteksi Dini Kesehatan Gigi Anak melalui Pemeriksaan di Sekolah

RSGM Unjani Dorong Deteksi Dini Kesehatan Gigi Anak melalui Pemeriksaan di Sekolah
RSGM Unjani menggelar kegiatan pemeriksaan gigi gratis kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6 di SD Interaktif Gemilang Mutafannin, Kecamatan Ngampah, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (23/7/2026). (Foto:Bas)

JuaraNews, Bandung – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar kegiatan pemeriksaan gigi gratis kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6 di SD Interaktif Gemilang Mutafannin, Kecamatan Ngampah, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan berkolaborasi dengan KPID Jawa Barat ini merupakan bentuk komitmen dan aksi nyata RSGM Unjani dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga:Layanan Kesehatan Jadi Sektor yang Paling Dirasakan Warga Bandung

Staf Promosi RSGM Unjani, Decy Ery Kuntari, menyampaikan bahwa dalam aksi sosial tersebut pihaknya menerjunkan tim tenaga medis berpengalaman untuk mendeteksi secara dini kondisi kesehatan gigi dan mulut para murid.

“Hari ini dari RSGM ada kegiatan pemeriksaan gigi untuk anak SD dari kelas 1 sampai kelas 6 di SD Interaktif Gemilang. Hari ini kita membawa 10 dokter gigi muda, yang mana mereka bertugas untuk memeriksa kesehatan gigi dari semua siswa,” ujar Decy saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Decy menjelaskan, aksi jemput bola ini bukan kali pertama digelar, melainkan bagian dari agenda rutin bulanan RSGM Unjani yang menyasar berbagai jenjang sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA, serta fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat seperti Posyandu dan Posbindu di wilayah Kota Cimahi.

Langkah preventif ini juga terintegrasi dengan program binaan wilayah tempatan. Pihak rumah sakit berkolaborasi bersama Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unjani dan Kelurahan Citeureup untuk menekan angka gangguan tumbuh kembang pada anak.

Baca Juga:Urus Perpanjangan SIM, Simak Syarat Lengkapnya

“Untuk RSGM sendiri, kami punya desa wilayah binaan dengan Kelurahan Citeureup untuk melakukan pemeriksaan di Posyandu, berkolaborasi juga dengan Fakultas Kedokteran Gigi Unjani. Jadi kami bertiga berkolaborasi untuk ke depannya adalah mengurangi jumlah anak dengan stunting, tujuannya itu,” tutur Decy.

Tidak hanya sebatas pemeriksaan rutin, para dokter gigi muda turut membekali siswa dengan edukasi literasi kesehatan secara interaktif. Anak-anak diajarkan mengenai tata cara merawat kebersihan mulut hingga praktik menyikat gigi yang baik dan benar agar menjadi kebiasaan sehat sehari-hari.

“Untuk hal tersebut tentu dilakukan. Jadi mereka diberikan edukasi bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar,” kata Decy.

Terkait dengan kesiapan fasilitas medis, Decy menerangkan bahwa RSGM Unjani kini telah didukung oleh tujuh spesialisasi kedokteran gigi yang lengkap dengan konsep layanan terpadu (one stop service). Masyarakat dapat mengakses fasilitas penunjang mulai dari laboratorium pemeriksaan darah hingga unit radiologi tercanggih di Kota Cimahi.

“Untuk radiologi, kami di Cimahi ini satu-satunya yang mempunyai pemeriksaan tiga dimensi, CBCT tiga dimensi yang bisa memeriksa sampai ke sinus hidung. Itu yang menjadi kelebihan dari alat yang kami miliki,” ungkapnya memperjelas keunggulan fasilitas RSGM Unjani.

Kabar baiknya, seluruh fasilitas dan keunggulan medis tersebut dapat diakses oleh masyarakat luas, termasuk peserta BPJS Kesehatan melalui mekanisme rujukan tingkat pertama (Faskes 1) dengan operasional pelayanan penuh selama tujuh hari dalam seminggu.

“Pasien BPJS kami terima sebagai rujukan lanjutan dari faskes 1. Untuk layanan BPJS kami buka sampai hari Minggu, jadi Senin sampai Minggu kami selalu ada untuk melayani masyarakat,” ucapnya. (*)