JuaraNews, Indramayu – Tingginya antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menjadi gambaran nyata bahwa program stabilisasi harga pangan masih sangat dibutuhkan di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, menggelar kegiatan tersebut pada Senin (15/6/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pedesaan yang dinilai paling merasakan dampak kenaikan harga pangan akibat gejolak ekonomi global.
Sejak pagi hari, warga telah memadati lokasi kegiatan untuk memperoleh paket sembako dengan harga yang lebih terjangkau. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program intervensi pangan yang mampu membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bandung Siapkan Rp800 M untuk Subsidi Langsung ke Masyarakat di RAPBD 2026
Ratnawati menjelaskan, Desa Kertawinangun dipilih karena berada di wilayah Indramayu bagian barat yang memerlukan perhatian khusus dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
“Dipilih Kertawinangun karena saya ingin ada titik kegiatan di wilayah Indramayu bagian barat, dan masyarakat desa di sini kami anggap sangat membutuhkan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah digelar di dua lokasi berbeda dalam satu hari. Setiap titik menyediakan sekitar 3.000 paket pangan murah yang diperkuat dengan tambahan subsidi pribadi melalui 1.000 kupon agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Baca Juga: Saeful Bachri Dorong Pangan Murah Berkelanjutan untuk Ringankan Beban Warga
“Hari ini ada dua titik kegiatan. Untuk satu titik kurang lebih tersedia 3.000 paket dan kami juga menambah subsidi sendiri melalui kupon sebanyak 1.000 kupon per titik,” kata Ratnawati.
Menurutnya, alokasi Gerakan Pangan Murah untuk Kabupaten Indramayu dari DPRD Provinsi Jawa Barat hingga saat ini baru mencakup empat titik. Namun melihat besarnya antusiasme masyarakat, ia berharap program tersebut dapat diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga.
“Kalau masyarakat masih membutuhkan pasar murah seperti ini, tentu kami ingin diperbanyak lagi. Karena bantuan yang sekarang masih terbatas,” ujarnya.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, Ratnawati: Bukti Masyarakat Butuh Harga Terjangkau
Sementara itu, Anggota DPR RI Herman Khaeron yang turut meninjau pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah bersama para wakil rakyat untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok yang dipengaruhi kondisi pasar global.
“Kita sadar daya beli masyarakat sedang tertekan karena kenaikan harga-harga, termasuk dampak kenaikan BBM dan harga internasional,” kata Herman.
Ia menjelaskan, harga paket pangan dalam program tersebut telah mendapat subsidi dari pemerintah, kemudian ditambah lagi subsidi pribadi dari dirinya bersama Ratnawati sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Baca Juga: Warga Baleendah Antusias Ikuti Gerakan Pangan Murah
“Kalau dari pemerintah lebih murah Rp2.000 dari harga pasar, kami tambahkan lagi subsidi Rp5.000 supaya masyarakat lebih ringan membeli kebutuhan pokok,” ujarnya.
Herman menilai tingginya jumlah warga yang membeli paket pangan murah menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap program serupa masih sangat besar.
“Kita bisa lihat masyarakat membeli dalam jumlah banyak. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat memang tinggi,” katanya.
Baca Juga: Hailuki Minta Frekuensi & Area Operasi Pasar Murah Ditambah
Meski jumlah paket yang tersedia masih terbatas dan baru menyasar wilayah yang dinilai paling membutuhkan, Herman berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.
“Mudah-mudahan program seperti ini bisa terus didorong supaya manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (dsp)







