banner 500x188

Dukung Program Manusia Unggul, A Yamin Minta Fasilitas Sekolah Negeri di Jabar Diperkuat

Anggota DPRD Jabar, A Yamin. (Foto:Istimewa)
Anggota Komisi V DPRD Jabar, A Yamin (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, A Yamin, mendukung program Manusia Unggul (Maung) yang sudah berjalan di Jawa Barat.

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan sekolah negeri yang masih tertinggal dari segi kualitas, fasilitas, dan tenaga pendidik.

Baca Juga:A Yamin Nilai Sekolah Maung Strategis Cetak SDM Unggul

Menurut A Yamin, peningkatan mutu pendidikan harus menyentuh seluruh sekolah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu memperkuat sekolah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan agar program Manusia Unggul tidak justru memperlebar kesenjangan pendidikan.

“Saya mendukung program Manusia Unggul. Tetapi, menurut saya, sekolah yang masih di bawah standar harus didorong terlebih dahulu agar kualitasnya meningkat. Jangan sampai sekolah yang sudah unggul semakin maju, sementara sekolah lain tertinggal,” ujarnya, dikutip, Rabu (28/10/2026).

Selama menjalankan tugas di Komisi V DPRD Jabar, A Yamin mengaku rutin mengunjungi sejumlah sekolah, terutama SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Baca Juga:Komisi V DPRD Jabar Tekankan Sekolah Maung Harus Jadi Role Model Pendidikan Berkualitas

Dari kunjungan tersebut, ia menemukan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian, mulai dari kondisi sarana dan prasarana hingga keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran.

Legislator Demokrat ini menilai, siswa sekolah negeri memiliki potensi untuk meraih prestasi. Namun, potensi itu membutuhkan dukungan fasilitas pendidikan dan tenaga pendidik yang memadai agar berkembang secara optimal.

“Anak-anak di sekolah negeri juga memiliki kemampuan. Tetapi, ketika potensi mereka tidak didukung sarana-prasarana dan tenaga pendidik yang memadai, tentu sayang. Mereka membutuhkan dukungan agar bisa berkembang,” katanya.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai membenahi infrastruktur pendidikan. Meski demikian, ia meminta pemerintah tidak berhenti pada pembangunan atau perbaikan fisik sekolah.

Baca Juga:Gubernur Jabar Larang Kepala Sekolah Terima Siswa Titipan di Sekolah Maung

Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penyediaan fasilitas pembelajaran juga harus berjalan beriringan. Dengan begitu, seluruh sekolah memiliki kesempatan yang lebih setara untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Pengembangan sekolah harus komprehensif. Bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga SDM, fasilitas pembelajaran, dan kebutuhan operasionalnya. Semua harus berjalan bersama agar kualitas pendidikan meningkat secara merata,” tuturnya. (*)