free hit counter code Penjelasan Badan Geologi Soal Sinar Api di Kawah Ecoma Tangkuban Parahu - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda web stats service from statcounter

Hot News


Opini


    Penjelasan Badan Geologi Soal Sinar Api di Kawah Ecoma Tangkuban Parahu
    Tankapan Layar fenomena sinar api di Kawah Ecoma pada Gunung Tangkuban Parahu.

    Penjelasan Badan Geologi Soal Sinar Api di Kawah Ecoma Tangkuban Parahu

    • Selasa, 14 Februari 2023 | 12:24:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews Bandung - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)  mendeteksi adanya fenomena sinar api di Kawah Ecoma pada Gunung Tangkuban Parahu.

     

    Plt Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan, fenomena itu terdeteksi dari kamera CCTV infrared pada tanggal 9-10 Februari 2023.

     

    Dia memastikan fenomena di gunung yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang itu bukan disebabkan oleh adanya magma yang naik ke permukaan.

     

    "Pada tanggal 9 Februari 2023, terlihat pada tangkapan layar CCTV di Gunungapi Tangkuban Parahu adanya sinar api dari dalam kawah Ecoma. Selanjutnya pada tanggal 10 Februari 2023, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengirim tim," kata Wafid dalam keterangannya, Senin (13/2/2023).

     

    Dia menjelaskan kamera itu menangkap adanya sinar api mulai 9 Februari pada pukul 18.30 WIB hingga 10 Februari pukul 03.00 WIB. Namun setelah tim melakukan pengecekan, menurutnya pada 10 Februari pukul 19.00-20.00 WIB sudah tak terlihat lagi adanya sinar api di kawah itu.

     

    Menurutnya, adanya titik panas atau sinar api yang terpantau pada kamera CCTV bisa disebabkan oleh adanya aliran fluida yang naik ke permukaan hingga menyebabkan pemanasan di area kawah.

     

    Dari aliran fluida itu, menurutnya bisa menimbulkan reaksi dengan batuan terutama endapan belerang yang ada di sekitar lubang kawah sehingga menimbulkan sinar api yang terpantau oleh kamera CCTV infrared.

     

    Untuk itu, dia pun menegaskan status Gunung Tangkuban Parahu masih dalam Level I atau normal setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh pada Senin ini.

     

    Dengan hal tersebut, dia juga mengimbau masyarakat tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu dan beraktivitas seperti biasanya.

     

    Di samping itu, dia pun meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki sekitar gunung itu agar tidak turun atau mendekat ke dasar kawah-kawah aktif.

     

    "Agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas," tandasnya. (*)

    bas

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Nama Situ Patenggang Berawal Dari Sepasang Kekasih
    Inilah 5 Tempat Menyeramkan di Ciamis Jawa Barat
    Terowongan Guoliang Disebut Jalan Menuju Kematian
    5 Tempat Angker di Cimahi Jawa Barat
    Peristiwa Letusan Gunung Terbesar di Indonesia


    sponsored links