Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Ridwan Kamil Izinkan Namanya jadi Merek Produk UMKM, Mulai dari Cimol sampai Toko Galon Kang Emil

    • Rabu, 24 November 2021 | 20:28:00 WIB
    • 0 Komentar


    Ridwan Kamil Izinkan Namanya jadi Merek Produk UMKM, Mulai dari Cimol sampai Toko Galon Kang Emil
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil bicara UMKM dalam Tepas Vol 11 di Anjungan Jabar TMII Jakarta, Rabu (24/11/2021). (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung  - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mempersilakan namanya dipakai masyarakat untuk merek produk UMKM. Hal ini sebagai bentuk dukungannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

     

    "Kalau menganggap nama saya bisa meningkatkan bisnis UMKM silakan dipakai," ujar Ridwan Kamil dalam Tepas Vol 11 di Anjungan Jabar TMII, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

     

    Tidak ada royalti yang harus dibayarkan. Kang Emil hanya memberi 2 syarat bagi UMKM yang akan menggunakan namanya. Pertama, harus memberitahu dirinya dulu. Kedua, bisnisnya harus yang sesuai dengan etika syariah.

     

    "Syaratnya cuma dua, karena nama saya mau dipakai, yaitu laporan dulu dan bisnisnya harus yang sesuai etika syariah, jangan namanya untuk karaoke plus Ridwan Kamil," ucapnya.

     

    Gubernur mengatakan, sejauh ini sudah ada 25 UMKM yang melapor menggunakan namanya. Beberapa contoh UMKM yang menggunakan namanya seperti Keripik Pedas Kang Emil, Toko Galon Ridwan Kamil, Tukang Cukur Kang Emil Bandung Juara, Sate Tusuk Ridwan Kamil, Cimol Kang Emil. "Saya catat sudah ada 25 UMKM yang pakai nama saya," jelas Emil.

     

    Tak hanya itu, Emil juga membantu memasarkan produk UMKM lewat media sosialnya yang memiliki belasan juta pengikut. Bahkan ia pun turut mendesain produk UMKM seperti sepatu, celana jeans, helm, jaket dan produk lainnya secara gratis.

     

    "Saya juga jadi marketingnya, saya posting di Instagram yang followernya 14 juta, dan bantu juga untuk desain produknya," ungkapnya.

     

    Dukungan kongkret lainnya yaitu dari sisi anggaran Pemda Provinsi Jabar memberikan bantuan anggaran untuk UMKM lewat program One Pesantren One Product (OPOP). "Sudah hampir 2.000 pesantren sekarang punya usaha," ucap Emil.

     

    Saat ini 2,6 juta UMKM Jabar terkoneksi digital. Jumlah ini adalah yang terbanyak se-Indonesia. Hari ini Bank Indonesia pun memberikan penghargaan untuk Jabar sebagai daerah terbaik ekonomi digitalnya.

     

    "UMKM terbanyak di Indonesia ada di Jabar 2,6 juta dalam setahun terdaftar, artinya emak-emak di kampung pun suatu hari jualan tidak cash tapi pake qr code," kata Emil.

     

    Menurutnya, ekonomi Jabar bukan ekonomi konglomerat melainkan ekonomi UMKM yang persentasenya mencapai 90 persen. "Makanya setiap kegiatan UMKM saya selalu dukung lahir batin buat karena menggerakan ekonomi kerakyatan," ujarnya.

     

    Dalam acara Tepas Vol 11 ini, Emil juga berkesempatan meresmikan gerai Dekranasda Jabar bernama Kerabat Store di Anjungan Jabar. Sebanyak 184 produk UMKM Jabar mangkal di Kerabat Store dan dijual pula secara online. "Semoga laku keras secara toko maupun digital," harap Kang Emil. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Targetkan 2023 Seluruh Desa di Jabar Miliki BUMDes
    Gubernur Ridwan Kamil: Masa Depan Ekonomi Indonesia ada di Desa
    Pemprov Jabar Bangun SDM dan Energi Terbarukan dari PI 10 Persen Migas
    IDC AMSI 2021: Peluang Ekonomi Digital Indonesia Masih Terbuka Lebar
    Ridwan Kamil Izinkan Namanya jadi Merek Produk UMKM, Mulai dari Cimol sampai Toko Galon Kang Emil
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads