Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Inovasi Turbin Tenaga Surya dan Angin Terus Dorong Produksi Pangan

    • Minggu, 17 Oktober 2021 | 05:39:00 WIB
    • 0 Komentar


    Inovasi Turbin Tenaga Surya dan Angin Terus Dorong Produksi Pangan

     

    JuaraNews, Cianjur – Inovasi pengembangan alat mesin pertanian terus dikembangkan Balai Mekanisasi Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura. Kali ini balai yang berlokasi di Bojong Picung Kabupate Cianjur ini meluncurkan turbin tenaga angina dan Surya, untuk mendukung produksi pangan.

     

    Peluncuran inovasi turbin angina tenaga surya ini dilakukan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Ir Dadan Hidayat, MSi dan Kepala UPTD Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian Teguh Khasbudi SH MH. Peluncuran dilakukan di kantor balai tersebut, Kamis (14/10/2021).

     

    Dadan Hidayat menyebutkan, inovasi turbin tenaga angin dan surya ini bermanfaat bagi dua jenis usaha pertanin, yaitu hidroponik dan umum skala luas. Selain usaha pertanian di perkotaan, juga sangat potensial diaplikasikan di selatan Jawa Barat. Wilayah itu dikenal memiliki angin yang besar untuk menggerakan pompa air melalui turbin tenaga angin dan surya ini.

     

    Menurut Dadan Hidayat, turbin tenaga angin dan angin untuk penggerak pompa air ini, lebih efisien dibandingkan pompanisasi yang ketergantungan bahan bakar minyak.

     

    Perangkat turbin tenaga angin dan surya ini merupakan teknologi sumber alternatif yang potensial dan ramah lingkungan, terhadap energi listrik, terutama untuk bidang pertanian.

     

    Dari tampilan turbin tenaga surya ini, tampak merupakan teknologi tepat guna yang dapat dicontoh dan dibuat mandiri oleh masyarakat.“Munculnya aneka inovasi teknologi pertanian di  Jawa Barat diharapkan menjadi salah satu pemacu semangat bagi kalangan muda untuk menggeluti usaha pertanian,” ujar Dadan Hidayat.

     

    Dadan Hidayat juga memperkirakan, jika nantinya teknologi turbin tenaga surya ini menyebar di Jawa Barat dan akan memunculkan pesona terhadap usaha pertanaian daerah ini. “Keberadaan turbin ini bisa menjadi daya tarik pesona bagi wisata pertanian di Jawa Barat. Tampak perpaduan pemandangan pertanian dengan teknologi, dengan nuansa semangat kalangan muda,” ujar Dadan Hidayat.

     

    Dadan Hidayat memberikan apresiasi terhadap inovasi Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian, dengan menilainya sebagai sebuah pemikiran out of the box. Menurut Dadan, Kepala Balai Mekanisasi Pertanian Teguh Khasbudi banyak membawa keberhasilan perubahan dalam Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian yang dipimpinnya itu.

     

    Sementara itu Teguh Khasbudi mengatakan, turbin angin tenaga angin dan surya ini menghasilkan daya listrik maksimal 48,24 Watt. Putaran turbin yang disebabkan angin diteruskan ke rotor generator. Ada pun generatornya, memiliki lilitan tembaga berfungsi sebagai stator sehingga terjadi gaya gerak listrik.

     

    Menurut Teguh, untuk beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kecepatan angina rata-rata berkisar antara 2 hingga 5 meter/detik, sangat cocok untuk penerapan turbin angina ini. “Sehingga, semakin besar gaya dorong, maka efisiensi turbin juga semakin besar. Turbin angin ini menghasilkan listrik maksimal 45 sampai 50 watt,” ucapnya.

     

    Pemanfataan tenaga listrik dari energi terbarukan seperti listrik tenaga surya dan turbin angin belum terlalu banyak dimanfaatkan dalam budidaya tanaman hidroponik. Terlebih turbin tenaga angin ini bisa bekerja siang dan malam karena bisa bekerja selama ada angin. Sedangkan turbin tenaga suryabdisebutkan solar cellnya mengikuti arah sinar matahari pada pagi, siang, sampai petang.

     

    Masyarakat petani, katanya, dapat membuat sendiri dua inovasi ini biaya sekitar Rp 3 juta. Inovasi ini bisa digunakan untuk mengembangkan usaha pertanian hidroponik. (*)

    Oleh: ude gunadi / ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Content Creator Diingatkan untuk Terus Berpikir Kreatif tapi Tetap Jaga Etika
    Hyundai Creta Produk Terlaris di GIIAS 2021, Kini Hadir di Kota Bandung
    Buka Jabar Motekar di Yogyakarta, Ridwan Kamil: Awal Sebuah Semangat Kebudayaan
    UMK 2022 9 Kabupaten di Jabar tidak Naik, Ini Daftar Lengkapnya
    Summarecon Bandung Raup Rp161 Miliar dari Penjualan Kaveling Residensial Eksklusif
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads