Hot News


Opini


    Pembangunan Jalur Tengah Selatan Tingkatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

    • Rabu, 8 September 2021 | 15:04:00 WIB
    • 0 Komentar


    Pembangunan Jalur Tengah Selatan Tingkatkan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
    Pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS) Segmen 1 Lengkong-Sagaranten di Jalur Lengkong-Sagaranten Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/9/2021).  (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Sukabumi - PemprovJabar terus berupaya mengembangkan berbagai potensi daerah Jabar bagian selatan.


    Hal itu dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Jabar bagian selatan.


    Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Jabar yakni memperbaiki aksesibilitas dengan pembangunan Jalur Tengah Selatan (JTS).


    Pembangunan JTS diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Jabar bagian selatan.


    "Kali ini kami melihat progres lokasi yang akan dijadikan program skala prioritas dalam kepemimpinan Pak Gubernur. Keinginan Pak Gubernur membangun akses di Jabar bagian selatan. Karena Jabar selatan skala prioritas peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Uu di Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/9/2021).


    Menurut Uu, pembangunan JTS untuk menyempurnakan jalan existing atau yang sudah ada sebelumnya.


    "Jalan yang sudah ada di bibir pantai itu pun mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan, agar lebih mantap lagi, maka Pak Gubernur ingin membuat jalan tengah selatan," ucap Uu.


    "Sehingga konektivitas lebih cepat, jalan ditempuh bisa setengahnya. Misalnya dari wilayah Lengkong ke Sagaranten, sekarang 99 kilometer. Dengan JTS dibangun cukup 23 kilometer," tambahnya.


    Tak hanya itu, pembangunan JTS juga akan mendongkrak potensi desa wisata. "Jadi ini program luar biasa, dan juga di daerah tersebut sedang ada pembangunan desa wisata, rata-rata daerah punya potensi desa wisata," jelasnya.


    Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (NMPR) Jabar A Koswara mengatakan, feasibility study jalur ini sudah dilaksanakan pada 2014. Kemudian, Amdal sudah terbit pada 2016. Lalu desain awal diluncurkan pada 2019, kemudian menuju Detail Engineering Design dan Dokumen Lingkungan.


    "Kemudian pada 2021 kami bikin pradesain. Konsep pembangunannya adalah melebarkan jalan-jalan kabupaten dan jalan desa yang masuk dalam trase, ke dalam standarnya Jalan Provinsi, jadi jalur baru, membuat koridor baru," kata Koswara.


    Rencananya, pembangunan akan terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama akan dibangun Jalan Horisontal Tengah Jawa Barat Selatan yakni dari wilayah Lengkong-Sagaranten (23,20 km), kemudian Sagaranten-Tanggeung (37,55 km), disambung Tanggeung-Padasuka/Cipelah (33,79 km), hingga Padasuka/Cipelah-Rancabali (16,84 km). Total, 111,38 km.


    Sesi selanjutnya, dari kawasan Ciwidey-Pangalengan (22,12 km), lalu Pangalengan-Cikajang (53,48 km), disambung Cikajang-Bantarkalong (68,54 km), kemudian Bantarkalong-Kertahayu (101,48 km), hingga total sepanjang 245,62 km. Sehingga, total keseluruhan Trase JTS adalah sepanjang 357,00 km. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Penjualan Holding BUMN Farmasi Tembus Rp15 Triliun di Semester 1 2021
    UMKM Jabar yang Masuk Marketplace Meningkat 34 Persen
    Gandeng PT KAI, Pemprov Siap Kembangkan Jalur Kereta Api di Jabar Selatan
    Mulai 24 September, Waktu Tempuh 14 Rute KA Lebih Cepat hingga 1 Jam
    Pelaku Usaha Harus Tetap Optimistis Pulihkan Ekonomi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads