blog counter

Editorial


    Hot News


    Opini


      Komisi I DPRD Jabar Beri Masukan Kepada Mitra Kerja Terkait Rancangan KUA-PPAS

      • Senin, 23 Agustus 2021 | 10:36:00 WIB
      • 0 Komentar


      Komisi I DPRD Jabar Beri Masukan Kepada Mitra Kerja Terkait Rancangan KUA-PPAS

       

      JuaraNews, Bandung - Komisi I DPRD Jabar menggelar rapat kerja pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) bersama dengan mitra kerja.


      Pimpinan Rapat Komisi I DPRD Provinsi Jawa, Sidkon Djampi menilai, banyak refocusing anggaran yang membahas mengenai penanganan pandemi Covid 19. Hal itu sangat penting mengingat masyarakat sudah banyak terbebani dengan adanya pandemi tersebut secara ekonomi.

       

      "Banyak yang harus diperhatikan dan dipripritaskan selama penanganan pandemi ini," singkat Sidkon di ruang rapat Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung belum lama ini.

       

      Anggota Komisi I DPRD Jabar Yosa Oktora Santono menyoroti Dinas Komunikasi Dan Informatika (Disikominfo) Provinsi Jawa Barat soal progres untuk wifi publik gratis agar lebih banyak lagi. Kemudian untuk command center, kalau memang krusial tentu dewan harus mendorong untuk dibahas lebih lanjuy di Badan Anggaran (banggar).

       

      "Intinya, kita harus meningkatkan jaringan internet di Jabar," sebut Yosa.

       

      Persoalan lain, lanjut Yosa, dari Disdukcapil, lebih besar gaji pegawai daripada programnya. Ini perlu dibahas lebih mendalam."Meskipun, secara keseluruhan usulan anggaran tidak masalah. Tetapi harus memiliki program prioritas," katanya.

       

      Sedangkan, Ruhiyat Nugraha fokus pada persoalan masalah kerasipan yang dinilainya masih sangat lemah. Misalnya, arsip-arsip masih ada yang disimpan begitu saja sembarangan. 10 tahun pertama masih tanggung jawab kepala OPD, 10 tahun berikutnya menjadi tanggung jawab kepala kearsipan.

       

      "Termasuk tanah pun banyak yang berceceran karena kearsipannya lemah. Secara keseluruhan saya titip agar program ditengah pandemi ini memprioritaskan kepada kegiatan sosial akibat dari dampak pandemi.
      Ngeri sekali dampak pandemi ini, pedagang kecil, umkm dan sebagainya.


      Kebijakan fiskal juga sangat penting, harus diperhatikan. Daya beli masyarakat harus ditingkatkan agar fiskalnya juga dapat meningkat," kata Ruhiyat.

       

      Sementara itu, Rafael Situmorang menyoroti banyaknya warga Jawa Barat yang meninggal saat Isolasi Mandiri (Isoman). Hal itu dikarenakan minimnya pendataan secara akurat. Selain itu, tidak adanya tindaklanjut setelah pemdataan warga yang Isoman.

       

      "Harus ada follow up dengan Dinkes dan lembaga lainnya. Karena tidak ada datanya yang difollowup, hanya sebatas data saja. Harus serius dalam penganggaran, kita ini anggarannya dari pajak. Ada sisi terkoreksi oleh covid19 masalah ekonomi misalnya," tandas Rafael. (*)

      bas

      0 Komentar
      Tinggalkan Komentar
      Cancel reply
      0 Komentar
      Tidak ada komentar
      Berita Lainnya
      DPRD Jabar Apresiasi Surat Edaran Siaran Keagamaan KPID Jabar
      Pasca Bencana, Komisi I Minta Dinas  Perpustakaan dan Kearsipan Garut Inventarisir Arsip
      Haru Suandharu: Pancasila Dapat Mencegah Polemik Dalam Bernegara
      Kabupaten Cirebon Jadi Percontohan Kesuksesan Program Rutilahu Di Jabar
      DPRD Jabar: Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon Harus Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Masyarakat
      Berita Terdahulu

      Jabar Juara


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)