Hot News


Opini


    DPRD Jabar Pertanyakan Nasib Banprov Dana Desa

    • Selasa, 10 Agustus 2021 | 09:06:00 WIB
    • 0 Komentar


    DPRD Jabar Pertanyakan Nasib Banprov Dana Desa
    Anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady saat memberikan bantuan ke masyarakat di Desa Pamijahan, Kabupaten Cirebon istimewa

     

    JuaraNews, Bandung - DPRD Jabar mempertanyakan nasib Banprov Dana Desa, pasalnya dana tersebut hingga saat ini belum juga cair. Padahal, pemerintah desa sangat membutuhkannya.


    Anggota DPRD Jabar, Daddy Rohanady mengatakan telebih, sebagian dana tersebut sudah digunakan untuk menanggulangi pandemi covid-19. Maka dari itu Daddy meminta Pemprov Jabar membantu desa yang kian terhimpit di tengah pandemi.


    "Desa sangat membutuhkan pencairan bantuan dana tersebut secepatnya," ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jabar ini, Selasa (10/8/2021).


    Dana tersebut pasti amat membantu jalannya pemerintahan desa. Betapa tidak, sesuai amanat Surat Edaran Menteri Keuangan RI Nomor SE-2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan AnggaranTransfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019.


    SE tersebut mengharuskan dilakukannya penyesuaian penggunaan (refocusing) anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). SE tersebut tertanggal 8 Februari 2021. Desa diharuskan mengalokasikan minimal 8% dari total dana desa yang diterimanya dari pemerintah pusat untuk BLT kepada masyarakat.


    Dengan demikian sebagian dana desa sudah digunakan. Oleh karena itu, para kepala desa meminta agar Pemprov Jabar membantu mengatasi kondisi secepatnya. Dengan demikian, kondisi keuangan desa dapat kembali on the track untuk merealisasikan rencana pembangunan yang telah ditetapkan.


    Daddy menyatakan usulan tersebut disampaikan secara langsung oleh Kuwu Pamijahan dan beberapa kuwu lainnya di Kabupaten Cirebon. Para Kuwu tersebut sangat berharap agar dana tersebut segera cair karena akan sangat membantu pemerintah desa. Usulan tersebut juga diperkuat anggota DPRD Kabupaten Cirebon Eryati.


    Usulan tersebut, masih menurut Daddy, dapat dipahami karena dengan adanya kebijakan tersebut, maka ada sebagian program yang terpaksa ditunda. Walhasil, target-target pembangunan desa yang telah direncanakan pun pasti tertunda. "Semoga usulan desa tersebut didengar dan segera direalisasikan oleh Pemprov Jabar," pungkas (*)

    bas

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bangkitkan Pariwisata Baduy dengan Kearifan Lokal
    Ketua MK:  Hanya Bentuk Negara yang tak Diubah dalam Amandemen UUD 1945
    Gubernur Jabar Usulkan Prof Mochtar Kusumaatmadja jadi Pahlawan Nasional
    Ketua KPID Jawa Barat : Peran Generasi Milenial dalam Content Creator Sangat Penting
    Sarbumusi-NU Jabar Silaturahmi dengan Wakil Bupati dan Kapolres Garut
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads