Hot News


Inspirasi


    Hingga November 2020, Investasi di Jabar Capai Rp380 Triliun

    • Senin, 16 November 2020 | 21:47:00 WIB
    • 0 Komentar


    Hingga November 2020, Investasi di Jabar Capai Rp380 Triliun
    West Java Investment Summit (WJIS) 2020 resmi dibuka di Hotel Homann, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Senin (16/11/2020). Agenda pada hari pertama, meliputi keynote speech, MoU signing, hingga market sounding berbagai proyek. (istimewa/humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung - Provinsi Jabar masih menjadi primadona tujuan para investor asing maupun dalam negeri untuk menanamkan modalnya. Hingga pekan ketiga November 2020, Jabar berhasil mencatat total investasi lebih dari Rp380 triliun.

     

    "Jabar sudah 3 tahun rangking 1 investasi, dan ini sangat membanggakan. Tahun ini (realisasi investasi) tetap juara, mendekati Rp90 triliun. Jabar juga infrastrukturnya terbaik, manusianya paling produktif," ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil di sela-sela acara launching West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Senin (16/11/2020).

     

    Investasi lebih dari Rp380 triliun sendiri bersumber dari 4 kategori, yakni: (1) realized investment (nilai realisasi investasi periode Januari hingga September 2020); (2) preparation stage (tahap persiapan investasi); (3) commitment stage (tahap komitmen investasi); dan (4) ready to offer (nilai tahap investasi siap tender).

     

    Untuk kategori pertama, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode Januari hingga September 2020, Jabar menempati peringkat pertama realisasi investasi berdasarkan lokasi dengan nilai mencapai Rp86,3 triliun atau 14,1 persen.

     

    Rinciannya, pada periode Januari-September 2020, total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di 27 kabupaten/kota se-Jabar mencapai Rp86.323.373.390.530,- dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 86.627 orang serta 13.386 jumlah proyek.

     

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih menjelaskan, dari berbagai investasi yang ada, lima sektor yang paling diminati investor adalah: (1) konstruksi; (2) transportasi, gudang & komunikasi; (3) perumahan, kawasan industri & perkantoran; (4) listrik, gas & air; serta (5) industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain.

     

    "Untuk penyerapan tenaga kerja PMA dan PMDN paling banyak di industri tekstil mencapai 33,19 persen, kemudian disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri logam, mesin & elektronika, industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain, serta transportasi, gudang & komunikasi," ucap Noneng.

     

    Sementara kategori nilai tahap persiapan investasi berasal dari 11 investor, yakni: (1) PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia; (2) PT Amazon Data Services Indonesia; (3) PT UPC Sukabumi Bayu Energi; (4) PT Kereta Cepat Indonesia China; (5) PT Tanjung Jati Power Company; (6) PT Pertamina Power Indonesia dan PT Jawa Satu Power; (7) PT Premier Qualitas Indonesia dan Trisula Group; (8) Masdar Mubadala Company; (9) China Petroleum Corporation; (10) Frisian Flag Indonesia; dan (11) PT Jasa Marga Japek Selatan.

     

    Dari 11 investor tersebut, total nilai tahap persiapan mencapai Rp251,2 triliun atau sekitar 17,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) selama 3-10 tahun, antara lain oleh Amazon sebesar Rp417 miliar dan oleh Hyundai Motor sebesar Rp18,1 triliun. Sementara China Petroleum Corporation memiliki nilai preparation stage terbesar yaitu Rp90,3 triliun.

     

    Untuk kategori tahap komitmen investasi, Noneng menjelaskan bahwa dilakukan penandatanganan lima MoU (Memorandum of Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada hari pertama West Java Investment Summit (WJIS) 2020, Senin, 16 November 2020, di Hotel Savoy Homann Kota Bandung.

     

    Nilai rencana investasi mencapai Rp4,1 triliun atau kurang lebih US$292,9 juta. Perusahaan yang terlibat antara lain PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda) atau PT BIJB dan PT Jaswita Jabar, serta PT Jasa Sarana dan Aspen and Docta Proprietary Limited, PT Gobel Internasional, PT Sarana Multi Infrastruktur, juga PT Indonesia Infrastructure Finance.

     

    "(Kerja sama) utamanya terkait pengembangan infrastruktur, mulai dari hotel, MICE facilities, warehouse, energi, hingga rumah sakit," ucap Noneng.

     

    Kategori terakhir yakni investment project ready to offer (IPRO) terdiri dari 16 proyek investasi yang siap ditenderkan dengan total nilai mencapai Rp39,5 triliun atau sekitar US$2,802 miliar.

     

    Nilai investasi terbesar adalah proyek Subang Smart Eco Industrial City mencapai Rp9,6 triliun atau sekitar US$684,9 juta, disusul Subang Smartpolitan yang mencapai Rp8,7 triliun atau sekitar US$616,4 juta.

     

    Noneng mengatakan, WJIS 2020 pun diharapkan bisa mendorong realisasi investasi Jabar di triwulan IV sebelum menutup 2020 dan memicu pertumbuhan ekonomi Jabar.

     

    Dilansir Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar, sejak 2015 Jawa Barat telah menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jabar merupakan salah satu dari tiga provinsi paling kompetitif di Indonesia pada tahun 2020, dengan setidaknya tiga faktor pendorong tingkat daya saingnya yaitu daya tarik investasi asing langsung (FDI), ketersediaan infrastruktur fisik, serta ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang melimpah.

     

    Dalam 3 tahun terakhir, secara rata-rata perkonomian Jabar tumbuh sebesar 5,4 persen, lebih kuat dari kinerja ekonomi Indonesia yang berkisar 5,1 persen. Pertumbuhan ekonomi yang kuat didukung oleh sektor industri pengolahan di sisi produksi, dan konsumsi rumah tangga di sisi pengeluaran. Selain itu, investasi memegang peranan penting dalam perekonomian Jabar.

     

    Di momentum pemulihan ekonomi saat ini, perlu disusun strategi yang terencana dan menyeluruh untuk terus mendorong investasi sebagai pendorong pemulihan ekonomi tidak hanya di Jawa Barat, tapi juga perekonomian Indonesia.

     

    Dalam gelaran WJIS 2020, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa investasi daerah merupakan salah satu kunci mendorong pemulihan ekonomi nasional, yang diperkuat oleh optimisme akselerasi pertumbuhan ekonomi dan sinergi koordinasi kebijakan ekonomi nasional yang sangat kuat dan erat antara Pemerintah, BI, OJK, dan berbagai instansi/lembaga.

     

    Sejalan dengan hal tersebut, Kepala KPwBI Jabar Herawanto menambahkan, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemprov Jabar terus berupaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, mulai dari transportasi, energi terbarukan, pengolahan air hingga infrastruktur perkotaan. Untuk menarik investasi, Pemerintah menawarkan alternatif skema kemitraan dan investasi dengan melibatkan partisipasi swasta dalam pembiayaan kebutuhan infrastruktur.

     

    Sementara itu, Luke Mackinnon, Infrastructure Country Manager (Australia and Indonesia) Amazon Web Services mengatakan, Indonesia memiliki peluang yang hebat sebagai lokasi investasi dengan ekonomi yang terus berkembang.

     

    "Dan ini juga menguntungkan bagi Amazon Web Services (untuk berinvestasi). Dalam hal melebarkan (peluang investasi di Indonesia), kami memang membayangkan adanya pertumbuhan (investasi) yang sangat besar dan kami tidak sabar untuk menambah sumber daya dan infrastruktur untuk melayani konsumen. Tapi ada banyak pertimbangan, jadi untuk saat ini belum kami putuskan," tambahnya.

     

    Menurut Lee Kang Hyun, Vice President Hyundai Motor Asia Pasific, pihaknya mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia dan Pemprov Jabar.

     

    "Sebagai investor, kami pasti memang memilih Jawa Barat karena ada dukungan penuh dan semua infrastruktur lengkap," kata Lee.

     

    "Hyundai Motor sudah bangun pabrik di Cikarang. Meski pandemi, dengan dukungan penuh gubernur dan menteri, sudah 65 persen (pembangunan). Sesuai rencana, akhir 2021 bisa mulai produksi lokal di Indonesia dan 2022 produksi mobil listrik dari Indonesia dan jual lokal," ujarnya.

     

    WJIS 2020 sendiri berlangsung selama empat hari mulai Senin, 16 November 2020, hingga Kamis, 19 November 2020. Rangkaian agenda utama meliputi Launching Rebana Metropolitan, MoU Signing/Project Announcement, High Level Session, Market Sounding/One-on-One Meeting, Investment Talkshow, dan Trade and Tourism Webinar, groundbreaking Subang Smartpolitan, hingga site visit Rebana Metropolitan.

     

    Adapun market sounding dan one-on-one meeting terhadap 16 IPRO di WJIS 2020 itu dilakukan pada hari pertama dan kedua, 16-17 November 2020, di Hotel Savoy Homann Kota Bandung.

     

    Sejumlah pihak turut terlibat dalam WJIS 2020 yakni Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, bank bjb, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar.

     

    Selain itu, ada juga Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Pemprov Jabar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Biro Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Investasi Setda Pemprov Jabar, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, dan Humas Pemprov Jabar.

     

    Berikut 16 Investment Project Ready to Offer di WJIS 2020:
    1. Kawasan Terpadu Industri Subang/Subang Smart Eco Industrial City
    Project Owner PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
    2. Subang Smartpolitan
    Project Owner PT Suryacipta Swadaya
    3. Rebana Technopolis Industrial Estate
    Project Owner PT Perkebunan Nusantara VIII
    4. Jatiluhur Industrial Smart City
    Project Owner PT Multi Optimal Sentosa
    5. Karawang New Industry City
    Project Owner PT China Fortune Land Development (CFLD) Indonesia
    6. SPAM Jatigede/Jatigede Water Treatment Plant
    Project Owner Jabar
    7. Cargo Village Kertajati Aerocity
    Project Owner PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB)
    8. Artha Industrial Hill
    Project Owner PT Bumi Anugerah Makmur
    9. Integrated Building Kertajati Aerocity
    Project Owner PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB)
    10. Ciater Agrotourism
    Project Owner PT Perkebunan Nusantara VIII
    11. Kertajati Industrial Estate Majalengka (KIEM)
    Project Owner PT Dwipura Abadi
    12. Pusat Distribusi Provinsi/Provincial Distribution Center
    Project Owner PT Agro Jabar
    13. Taifa Industrial Park
    Project Owner PT Taifa Jaya Development
    14. Jababeka Industrial
    Project Owner PT Kawasan Industri Jababeka
    15. Capsule Hotel (Hotel kapsul)
    Project Owner PT Jaswita Jabar
    16. Hejo Forest
    Project Owner PT Jaswita Jabar. (*)

    Oleh: JuaraNews / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Yod Mintaraga: Petani Jabar belum Banyak Sentuh Permodalan Perbankan
    Perda APBD Disahkan, Ridwan Kamil: Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 jadi Prioritas Utama
    Pulihkan Turisme Jabar, Pemprov Tawarkan 76 Proyek Pariwisata di WJIS 2020
    Hingga November 2020, Investasi di Jabar Capai Rp380 Triliun
    Rebana Metropolitan Diproyeksikan Serap 4,3 Juta Tenaga Kerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads