blog counter

Kualitas SDM dan Infrastruktur Jadi Daya Tarik Jabar di Sektor Investasi

  • Kamis, 22 Oktober 2020 | 21:25:00 WIB
  • 0 Komentar


Kualitas SDM dan Infrastruktur Jadi Daya Tarik Jabar di Sektor Investasi

JuaraNews, Bandung -Provinsi Jabar masih menjadi destinasi menarik bagi para investor meski dalam situasi pandemi Covid-19.

 

Selama paruh pertama 2020, Jabar menempati peringkat pertama realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan total Rp57,9 triliun.

 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan infrastruktur yang akseptabel menjadi modal Jabar untuk menarik minat investor.

 

Hal tersebut dikatakan Emil saat menjadi pembicara dalam Government Round Table Series 2: Pemulihan Ekonomi di Jabar via konferensi video di Kantor Wali Kota Depok, Kamis (22/10/2020).

 

"Jabar memiliki 2 keunggulan (dalam sektor investasi), yaitu karena infrastrukturnya paling lengkap dan siap sehingga memudahkan para investor," kata Emil.

 

"Dari persepsi mereka (investor), Sumber Daya Manusia Jabar paling produktif," imbuhnya.

 

Emil mengatakan, Pelabuhan Patimban yang merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia akan segera diluncurkan penggunaan tahap satu (soft launching) oleh Presiden RI pada November mendatang.

 

"Maka dalam 5 tahun, saat semua pembangunnanya selesai, akan menjadi infrastruktur di Jabar yang luar biasa," ucapnya.

 

Menurut Emil, Pemprov Jabar akan menjadikan segitiga emas Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka) sebagai kawasan industri baru yang menjadi masa depan ekonomi Jabar.

 

"Kita juga menyiapkan visi baru yaitu metropolitan Rebana yang merupakan kumpulan kota-kota baru di dalam 7 wilayah yang berbasis industri," katanya.

 

Selain itu, Emil melaporkan bahwa ekspor Provinsi Jabar terus membaik di masa pandemi Covid-19. Saat ini, ekspor Jabar menjadi yang tertinggi di Indonesia.

 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari hingga Agustus 2020, Jabar menyumbang 16,28 persen atau US$16,79 miliar terhadap ekspor nasional, disusul Jawa Timur sebesar 12,95 persen dan Kalimantan Timur sebesar 8,44 persen.

 

Sedangkan, berdasarkan data BPS Jabar, ekspor Jabar pada Juli 2020 sendiri adalah 2US$,21 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 12,48 persen dari Juni.

 

"Ini menandakan pada saat Covid-19 kita jualan terus. Ekspor Jabar berhasil kita lakukan maksimal," ucap Emil.

 

Gubernur juga memastikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,5 triliun dari pemerintah pusat sudah disalurkan seluruhnya oleh bank bjb.

 

Selain itu, bank bjb mampu merealisasikan target penyaluran dana PEN dari pemerintah pusat lebih cepat, termasuk dana bank bjb sebesar Rp2,5 triliun. Dengan begitu, dana sebesar Rp5 triliun sudah disalurkan.

 

"Berita baiknya, dana pemulihan ekonomi yang dititipkan ke bank bjb sebesar Rp2,5 triliun, yang menurut aturan dana tersebut harus ditambah dengan jumlah yang sama. Jadi total dana pemulihan ekonomi yang ada di bank bjb adalah Rp5 triliun," katanya.

 

"Target penyaluran dana pemulihan ekonomi tersebut yaitu di akhir 2020. Ternyata sampai hari ini Rp5 triliun tersebut sudah selesai disalurkan," tambahnya.  (*)

bas

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Kampung KB Perceka, Perkuat Institusi Keluarga dengan Berbagai Inovasi
Bom Astanaanyar, BNPT: Motifnya Kebencian Pada Pemerintah dan Aparat Kepolisian
Persoalan Stunting Berkaitan dengan Keikutsertaan Suatu Negara di Piala Dunia
Pemprov Jabar Dorong Keterbukaan Informasi Melalui Teknologi Digital
Wakil Ketua DPRD Jabar Kutuk Bom Bunuh Diri Astana Anyar
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads