Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Pakar: Kejahatan Lintas Negara Ancaman Serius Keamanan Global
    (juaranews/nugraha) Bebeb AKN Djundjunan

    Pakar: Kejahatan Lintas Negara Ancaman Serius Keamanan Global

    JuaraNews, Bandung – Para pakar keamanan negara menyoroti pentingnya keamanan di perbatasan wilayah negara dalam dinamika kejahatan lintas negara.

     

    Hal tersebut disampaikan dalam Webinar FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan tajuk 'Border Security and Managemen Issues' di aplikasi Zoom, Selasa (9/6/2020).

     

    Narasumber webinar berasal dari berbagai lembaga, seperti Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri, Bebeb AKN Djundjunan, Country Manager For Indonesia UNODC, dosen Hubungan Internasional FISIP Unpad Wawan Budi Darmawan dan dosen Ilmu Politik FISIP Unpad Yusa Djuyandi.

     

    Terkait permasalahan lintas negara, Bebeb mengatakan, ada beberapa tantangan dalam keamanan di perbatasan negara. Pertama, kurangnya pemahaman tentang isu strategis dan sensitif perbatasan yang melibatkan hubungan kedua negara di berbagai sektor.

     

    Kedua, harmonisasi kebijakan di antara para pemangku kepentingan. Ketiga, tumpang tindih proses pengambilan keputusan. Keempat, perbedaan antara border patrol (pertahanan-kedaulatan negara) border security (keamanan-kewenangan). Kelima, dinamika kejahatan lintas negara.

     

    "Kejahatan lintas batas negara terjadi dalam bentuk penyelundupan manusia, obat-obatan terlarang, senjata, barang hingga hewan," kata Bebeb.

     

    Menurutnya, kejahatan lintas negara merupakan bentuk kejahatan yang menjadi ancaman serius terhadap keamanan dan kemakmuran global mengingat sifatnya yang melibatkan berbagai negara.

     

    Dari sisi Indonesia, lanjut Bebeb, kejahatan lintas negara perlu diberikan perhatian khusus mengingat letak indonesia yang sangat strategis sehingga rentan terhadap berbagai kejahatan lintas negara.

     

    "Hal ini erat hubungannya dengan pengelolaan dan pengawasan wilayah perbatasan negara di bidang cosmos, immigration, quarantine, dan security termasuk di dalamnya patroli perbatasan," jelasnya.

     

    Hal senada juga dikatakan, Wawan Budi yang menyebut bahwa pengelolaan kawasan perbatasan harus fokus di darat dan lautan. Meliputi pemahaman keamanan dan hukum, ekonomi kawasan dan sosial dasar kawasan perbatasan, yang dilakukan dengan pendekatan keamanan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan.

     

    Sesuai dengan Permenhan No 13 tahun 2014, pengamanan wilayah perbatasan meliputi menjaga kelautan dan keutuhan wilayah, mencegah pelanggaran wilayah perbatasan, mencegah penyelundupan dan pencurian sumber daya alam, melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di perbatasan.

     

    "Meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakkan terhadap tindakan kejahatan lintas negara seperti penyelundupan, illegal migrant termasuk perubahan batas wilayah (patok batas)," tutup Wawan. (*)

    Oleh: nugraha / ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
      Cegah Penularan Covid-19, Seleksi CHA dan Hakim Ad Hoc MA Dibuka Secara Online
    Tim Peneliti Unisba Kembali Ciptakan Alat pengambilan Spesimen Covid-19
    Bawaslu Temukan ASN Akomodir Massa Dukung Balon Bupati Pangandaran
    Pengamat Prediksi 3 Paslon akan Hiasi Pilkada Kabupaten Bandung
    Kepentingan Masyarakat Harus Jadi Prioritas, Anggota Dewan Wajib Wadahi,Aspirasi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads