PSI Jabar Dukung Data Bansos Satu Pintu - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    PSI Jabar Dukung Data Bansos Satu Pintu

    PSI Jabar Dukung Data Bansos Satu Pintu

    JuaraNews, Bandung – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Jawa Barat mendukung upaya Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam mengorkestrasi berbagai data bantuan sosial dalam manajemen satu pintu.

     

    Ketua DPW PSI Jabar Furqan AMC mengungkapkan hal itu dalam siaran pers yang diterima juaranews.com, Selasa (12/5/2020).

     

    “Dan tentu nya manajemen satu pintu itu harus bersifat terbuka, dan bisa diakses/diawasi oleh public,” kata Furqan dalam siaran persnya.

     

    Menurutnya, Pemprov Jabar belakangan dipusingkan dengan banyaknya pintu bantuan yang datanya belum (tidak) singkron antara pemerintah daerah dan pusat.

     

    Ada 9 pintu bantuan sosial, yaitu bantuan untuk korban PHK, Kartu Sembako, Bansos Presiden Bodebek, Kartu Pra Kerja, Dana Desa, Bansos Tunai, Bansos Provinsi, Bansos Kabupaten/Kota dan Bantuan Nasi Bungkus.

     

    “Sementara di lapangan bantuan tersebut tidak datang bersamaan dan besarannya juga berbeda-beda, sehingga Pemprov cenderung menjadi sorotan masyarakat yang menyangka bantuan tersebut semuanya dikelola oleh Pemprov Jabar,” kata Furqan lagi.

     

    Gubernur Jabar sendiri, lanjut Furqan, mengkritik soal data yang tidak sinkron ini.  Yang jadi pasal, Badan Pusat Statistik (BPS) punya survei sendiri, Kemensos juga punya survei sendiri, begitu juga dengan Kementrian Desa. Sementara Pemerintah Daerah juga memiliki data penerima bansos yang belum tentu sama dengan 3 lembaga tadi.

     

    “Dan PSI mendukung kang Emil untuk mengorkestrasi berbagai data bantuan sosial tersebut dalam manajemen satu pintu,” kata Furqan.

     

    Ia berharap, jangan sampai keterlambatan distribusi bantuan telur seperti yang terjadi di Kabupaten Garut terulang gara-gara data penerima bantuan belum siap. Furqan menyoroti pemberitaan sejumlah media, terkait adanya 4 ton telur yang busuk di Bulog Garut karena terlambat didistribusikan.

     

    Meski kabar ini dibantah Pemprov Jabar sendiri, namun PSI berharap hal semacam itu jangan sampai terjadi karena data yang belum siap. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jabar Gunakan SimcovID Untuk Ukur Angka Reproduksi (Rt) COVID-19
    Jabar Perketat Pengawasan Melalui Mobile COVID-19 Test
    Aktivitas Masjid pada New Normal Hanya di Zona Biru
    10 Provinsi tak Laporkan Adanya Penambahan Covid-19
    Pemerintah Ijinkan 102 Zona Hijau Kembali Produktif, Jawa Barat tak Termasuk
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads