JuaraNews, Bandung – Anggota Komisi V DPRD Jabar, A Yamin, menyoroti kondisi fasilitas praktik sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) yang belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Menurut A Yamin, pemerintah harus memastikan siswa SMK memperoleh fasilitas praktik yang memadai agar memiliki keterampilan sesuai tuntutan dunia kerja. Peralatan yang tertinggal berpotensi menghambat kemampuan siswa beradaptasi ketika memasuki industri.
Baca Juga:HUT ke-80 Jabar, Fraksi Demokrat DPRD Jabar Soroti Penanganan Stunting
“SMK harus menyiapkan siswa agar siap memasuki industri. Kalau peralatan praktiknya masih menggunakan teknologi lama, sementara dunia industri sudah berkembang, siswa bisa tertinggal,” ujar Yamin dikutip, Kamis (29/10/2026).
A Yamin mengungkapkan, selama menjalankan tugas di Komisi V DPRD Jawa Barat, dirinya rutin mengunjungi sekolah-sekolah, termasuk SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Dari kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Selain sarana dan prasarana, sekolah juga membutuhkan fasilitas penunjang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Baca Juga:Jawa Barat Jadi Model Penerapan SMK Go Global
Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan bangunan sekolah. Pemerintah juga perlu memperbarui peralatan praktik, memperkuat kompetensi tenaga pendidik, serta memastikan kebutuhan operasional sekolah terpenuhi.
Menurutnya, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada sekolah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM).
“Saya mendukung program Manusia Unggul. Tetapi, menurut saya, sekolah yang masih di bawah standar harus didorong terlebih dahulu agar kualitasnya meningkat. Jangan sampai sekolah yang sudah unggul semakin maju, sementara sekolah lain tertinggal,” katanya.
Selain fasilitas pembelajaran, A Yamin turut menyoroti kebutuhan operasional sekolah. Dalam kunjungannya, ia menerima masukan mengenai dukungan biaya operasional yang sebelumnya membantu sekolah memenuhi kebutuhan petugas keamanan, kebersihan, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Baca Juga:A Yamin Dorong Penguatan Fungsi Pengawasan terhadap Pelaksanaan APBD
“Pengembangan sekolah harus komprehensif. Bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga SDM, fasilitas pembelajaran, dan kebutuhan operasionalnya. Semua harus berjalan bersama agar kualitas pendidikan meningkat secara merata,” tuturnya. (*)







