JuaraNews, Bandung – Pemprov Jawa Barat menargetkan pembentukan seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jabar yang berjumlah sekitar 3.600 unit dapat selesai pada akhir Juli 2026 sesuai arahan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap keberadaan koperasi tersebut mampu menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dengan demikian, masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok sehari-hari, terutama bahan pangan dan energi.
Baca Juga:Saeful Bachri: Dukung Program Koperasi Merah Putih, Tekankan Penguatan SDM
“Jadi tidak ada lagi kedepan alasan masyarakat sulit mendapatkan gas LPG, sulit membeli beras dan lain sebagainya,” katanya Erwan dikutip, Selasa (19/5/2026).
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menyebut peresmian operasionalisasi 1.061 koperasi sebagai langkah besar yang belum tentu pernah dilakukan negara lain.
Ia menjelaskan bahwa koperasi yang diresmikan bukan hanya sekadar konsep, tetapi telah memiliki infrastruktur dan sistem operasional yang lengkap.
“Gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pick up, ada kendaraan roda tiga,” katanya.
Baca Juga:Saeful Bachri Minta Pemda di Jabar Perkuat Koperasi Merah Putih untuk Jadi ‘Bulog Mini’ Petani
Presiden juga mengapresiasi kecepatan pembangunan koperasi yang menurutnya berhasil diwujudkan dalam waktu kurang dari satu tahun.
“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi,” ucapnya.
Prabowo menambahkan, berdasarkan laporan Menko Pangan, saat ini secara fisik sudah lebih dari 9.000 koperasi siap beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara lain dan tidak lagi dipandang sebelah mata.
Baca Juga:Legislator Jabar Dorong Ketersediaan Lahan Untuk Dibangun Kantor Koperasi Merah Putih
“Kita berhasil. Menjamin pangan untuk 280 juta rakyat bukan pekerjaan ringan,” tegasnya. (*)







