banner 500x188

Belajar dari Banyumas, Bandung Pacu Optimalisasi Enam Fasilitas RDF

Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu rujukan penting bagi Kota Bandung dalam mengembangkan pengelolaan sampah.

JuaraNews, Bandung – Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini menjadi salah satu rujukan penting bagi Kota Bandung dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Keberhasilan Banyumas dalam menerapkan RDF secara konsisten menarik perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengungkapkan hal tersebut usai melakukan kunjungan kerja ke fasilitas pengolahan sampah RDF di Banyumas, Selasa, 3 Februari 2026. Ia menilai Banyumas unggul dalam hal penerapan teknologi di lapangan, meskipun konsep RDF sejatinya bukan hal baru bagi Bandung.

Baca Juga: DLH Kota Bandung Turun Tangan Bersihkan 80 Ton Sampah di Pasar Gedebage

“Di Bandung, RDF sudah lama dikenal. Namun di Banyumas, penerapannya berjalan lebih masif dan konsisten. Ini yang menjadi pembelajaran penting bagi kami,” kata Darto.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DLH Kota Bandung mempelajari secara langsung alur pengolahan sampah RDF, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.

Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah penggunaan turbo separator, mesin pemilah sampah yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses.

Baca Juga: Ronny Hermawan Dorong Generasi Muda Berkarakter dan Berprestasi

Teknologi ini memungkinkan pemisahan sampah organik dan anorganik, termasuk sampah bernilai rendah dan bernilai tinggi, dilakukan dalam waktu singkat. Menurut Darto, sistem tersebut sangat potensial untuk diterapkan di Kota Bandung.

“Dengan pemilahan yang cepat dan tepat, efektivitas RDF bisa meningkat. Teknologi seperti ini sangat relevan untuk kita adopsi,” ujarnya.

Saat ini, Kota Bandung telah memiliki enam unit pengelolaan RDF yang siap dioptimalkan. Darto menegaskan, setelah kunjungan ini, pihaknya akan segera melakukan aktivasi penuh terhadap seluruh fasilitas tersebut.

Baca Juga: 21 TPA di Jawa Barat Kena Sanksi, Ini Daftar Lengkapnya!

“Kita punya enam titik RDF yang harus segera difungsikan secara maksimal. Tidak boleh ada hambatan lagi,” tegasnya.

Ia menargetkan seluruh unit RDF di Kota Bandung dapat beroperasi optimal dalam tahun ini. Optimalisasi tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan nilai guna sampah melalui RDF.

Selain itu, DLH Kota Bandung juga terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna mendukung pengembangan fasilitas RDF ke depan.

Baca Juga: Farhan: Partisipasi Warga Jadi Tantangan Utama Pengelolaan Sampah di Kota Bandung

“Kementerian PUPR menunjukkan komitmen yang kuat. Mereka sangat konsen membantu Kota Bandung dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis RDF,” ungkap Darto.

Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Darto optimistis pengelolaan sampah di Kota Bandung akan semakin efektif, modern, dan berkelanjutan.

“Kunjungan ini memberi banyak pelajaran berharga. Apa yang kami lihat di Banyumas akan segera kami terapkan di Bandung,” pungkasnya. (dsp)