banner 500x188

Timnas Putri Indonesia U-16 Seleksi Pemain untuk Srikandi Merdeka Cup 2026 di Hydroplus Soccer League All-Stars

Tim pelatih Timnas Putri Indonesia U-16 menjadikan gelaran Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 sebagai ajang menjaring pemain terbaik.
Tim pelatih Timnas Putri Indonesia U-16 menjadikan gelaran Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 sebagai ajang menjaring pemain terbaik. (foto: stimewa)

JuaraNews, Kudus – Tim pelatih Timnas Putri Indonesia U-16 menjadikan gelaran Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 sebagai ajang menjaring pemain terbaik untuk mengikuti event internasional.

Pelatih Timnas Putri Indonesia U-16 Timo Scheunemann mengungkapkan hasil pemantauan selama kompetisi akan menjadi dasar pembentukan 2 timnas yang dipersiapkan menghadapi Srikandi Merdeka Cup 2026 mulai 13 Agustus 2026. Turnamen internasional tersebut akan diikuti 7 negara, yakni Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Yordania, Arab Saudi, dan tuan rumah Indonesia yang mengirimkan 2 tim sekaligus.

Menurut Timo, keberadaan 2 skuat memberi ruang lebih luas bagi proses seleksi sehingga lebih banyak pemain memiliki kesempatan menunjukkan kualitasnya.

“Apakah disebut tim Sri dan tim Kandi atau tim merah dan tim putih terserah tapi intinya ada kesempatan untuk menyeleksi 46 pemain bukan hanya 23 orang,” kata Timo kepada di stla-sela gelaran Hydroplus Soccer League All-Stars di i Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga: Akademi Persib dan Putri Garut Kukuhkan Dominasi Jabar di Final Hydroplus Soccer League All-Stars

 

Persaingan menuju Timnas makin Ketat

Timo menilai bertambahnya kuota pemain yang dipanggil timnas akan memacu para pesepak bola muda putri untuk meningkatkan kemampuannya. Namun di sisi lain, persaingan menuju timnas juga semakin berat.

Proses seleksi sendiri, jelas Timo, dilakukan secara bertahap dan tidak hanya berdasarkan satu pertandingan. “Kita harus melihat beberapa pertandingan dengan detail, jadi enggak bisa langsung,” kata Timo.

Menurutnya, setiap keputusan yang diambil harus benar-benar objektif karena berkaitan dengan masa depan para pemain. Tim pelatih akan membandingkan kualitas pemain pada posisi yang sama untuk menentukan siapa yang paling layak masuk skuad.

Baca Juga: Musim 2026-2027, Hydroplus Soccer League Tambah 1 Regional di Solo

Dalam proses pemantauan, kemampuan teknis bukan satu-satunya faktor penentu. Tim pelatih juga memberikan perhatian besar terhadap kecerdasan bermain atau game intelligence setiap pemain.

Timo menilai pergerakan pemain saat tidak menguasai bola, kemampuan membaca situasi pertandingan, hingga ketepatan mengambil keputusan menjadi aspek penting dalam proses seleksi.

“Jadi pada saat tidak punya bola dia lari ke mana. Ketika punya bola dia sudah screening, sudah mencari informasi duluan, kemudian membuat pilihan yang tepat antara A dan B, oh dia pilih yang benar,” paparnya.

Selain itu, kondisi fisik juga menjadi salah satu indikator utama agar pemain mampu bersaing di level internasional. Setelah daftar 46 pemain terbentuk, seluruh pemain akan mengikuti pemusatan latihan (TC) yang dijadwalkan dimulai pada 24 Juli 2026 di Kudus.

Baca Juga: FIFA WOMEN’S MATCHDAY: Nihil Kemenangan, Timnas Putri Indonesia Bidik Juara Piala AFF

Pada fase tersebut, tim pelatih akan kembali melakukan evaluasi untuk menyusun dua skuad terbaik yang akan tampil di Srikandi Merdeka Cup.

Timo mengungkapkan kedua tim nantinya tidak hanya menjalani pertandingan internal, tetapi juga akan menghadapi lawan uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen. “Kalau perlu ya lawan pria,” ujar Timo.

Meski Indonesia akan menurunkan dua tim di Srikandi Merdeka Cup, Timo menegaskan skuat tersebut nantinya akan kembali dipersempit menjadi satu tim saat menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 Putri pada Oktober mendatang. “Jadi itu yang saya bilang tadi persaingannya semakin ketat gitu,” pungkas Timo. (den)