JuaraNews, Kudus – Juara Hydroplus Soccer League All-Stars 2025-2026 dipastikan milik tim asal Jawa Barat, setelah Goal Aksis dan Cipta Cendekia memastikan tampil di partai puncak U-15, menciptakan All Jabar Final.
Goal Aksis yang berasal dari Kota Cimahi, melaju ke partai puncak setelah di Semifinal mengalahkan tim sesama asal Jabar, Mojang Priangan lewat drama adu penalti. Adu tos-tosan dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal 2 x 25 menit.
Di waktu normal, Mojang Priangan unggul lebih dulu lewat gol Kirani Hedda pada menit 23, yang disamakan Goal Aksis pada menit 47 lewat gol Astrid Nahdah Sabilla. Di babak adu penalti, 3 penendang dari Goal Aksis sukses membobol gawang Mojang Priangan yang dikawal Naura Khalfani Hayfa. Ketiga penendang tersebut yakni Dian Aprilla Pary, Kazumi Zalfa Arrobi’ Nurlan, dan Indira Fatima. Satu penendang gagal, dan satu lagi sudah tidak diperlukan karena sudah dipastikan unggul.
Di pihak lawan, Mojang Priangan hanya mampu mencetak 2 gol lewat Raisya Novita Amalia dan Nabila Putri Kirana. Tiga penendang lainnya gagal menembus gawang yang dikawal Elbian Defika Aryasatya.
Sementara itu di Semifinal 2, Cipta Cendikia FA sukses membungkam tim asal Jawa Timur, Arema FC Women dengan skor 2-1. Cipta Cendikia unggul 2 gol lebih dulu lewat Shilen Nailenka Khanza pada menit 12 dan Ayla Dva Khala Ahisma menit 24. Arema sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1, lewat gol Fadilla menit 27. Laga pun berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk kemenangan Cipta Cendikia.
Baca Juga: Musim 2026-2027, Hydroplus Soccer League Tambah 1 Regional di Solo
Pelatih Goal Aksis Budi Sufarlan bersyukur pasukannya bisa menyamakan kedudukan setelah setelah sempat tertinggal skor. Menurutnya, hal tersebut para pemain bermain lebih tenang dan sabar untuk mencetak gol balasan.
“Saya hanya bilang lebih tenang. Karena tadi kita mana-mana mereka dalam kondisi yang kurang tenang, maka kemampuan ini tidak akan keluar. Dan saya bilang, kita masih punya 25 menit di babak kedua,” ujar Budi dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Soal keberhasilan anak-anak asuhnya memenangi duel adu penalti, menurutnya, pihaknya memang sudah mempersiapkannya sejak di latihan. Ia pun sudah mempersiapkan 5 pemain yang akan menjadi eksekutor.
“Di latihan kita melakukan 5 sampai 10 menit untuk melakukan eksekusi penalti agar juga mereka juga sanggup untuk menghadapi itu. Karena kan kalau penalti mah bukan soal teknik yang cukup tahu saya ya, melainkan mental pada saat mereka melakukan eksekusi,’ papat Budi.
“Maka itu 5 orang pilihan yang terbaik. Jadi saya akan tetap mempertahankan lima orang itu semuanya, jika terjadi adu penalti lagi di final,” sambungnya.
Baca Juga: Akademi Persib Tantang Putri JP Jakarta di Semifinal U-18 Hydroplus Soccer League All-Stars

Goal Aksis Analisa Kekuatan Cipta Cendikia
Soal lawan di final, yakni Cipta Cendikia, Coach Budi menyampaikan, pihaknya akan melakukan analisa apa kelebihan atau kekurangan dari kandidat yang akan dihadapi. Pihaknya pun mempersiapkan agar anakanak asuhnya tetap bugar saat melakoni laga final nanti.
“Kita bakal bedah dulu apa karakter atau gaya permainan seperti apa yang akan kita bawakan di setiap pertandingan,” tegasnya.
“Saya pun sudah mempersiapkan beberapa poin terkait itu berasal dari daerah mana, karakternya bagaimana. Dan gaya karakter dan sistem bermain yang bagaimana yang akan kita bawakan,” sambung Coach Budi.
Pada kesempatan sama, kiper Goal Aksis Elbian Defika Aryasatya bertekad tampil maksimal untuk meraih kemenangan di final dan membawa pulang trofi juara. “Saya ingin mengubah silver (medali) di Regional, menjadi nasional (All-Stars),” tegas Elbian.
“Kita ingin lebih baik dari sebelumnya, terus membuktikan ke orang tua masing-masing, ini loh hasilnya. Membuktikan bahwa apa yang mereka keluarkan kepada anaknya itu tidak sia-sia,” pungkasnya.
Baca Juga: Goal Aksis Lolos, Jabar Dominasi Semifinal U-15 Hydroplus Soccer League All-Stars

Hadapi Goal Aksis, Cipta Cendikia Siapkan Eksekutor Penalti
Sementara itu, Pelatih Cipta Cendikia Ruly Hidayansyah menyebutkan, kunci kemenangan timnya atas Arema FC, karena pihaknya mempersiapkan game plan. Tim pelatih sudah mengobservasi kekuatan dan kelemahan Arema di pertandingan sebelumnya.
“Ada sisi kelemahan yang kita bisa manfaatkan. Saya instruksikan buat anak-anak main aktif, agresif, memainkan ruang. Alhamdulillah kita bisa dapat 2 gol di babak pertama,” ujar Coach
“Kemudian di babak kedua sempat kecolongan 1 gol tapi langsung melakukan blocking agar lawan tidak bisa menambah keunggulan,” sambungnya.
Di partai final, Coach Ruly mengaku sudah siap menghadapi Goal Aksis. Apalagi kedua tim pernah bertemu di fase penyisihan Grup B. Timnya sudah melakukan persiapan dengan mengantisipasi kelemahan dan kekuatan lawan.
“Tentu beda dengan pertandingan pertama (di fase grup), karena kita tidak tahu permainan mereka. Tapi di pertandingan kedua (final) kita sudah sama-sama tahu, ada kesempatan buat kita menganalisa,” jelas Ruly.
“Tapi kita sudah tahu apa kita harus lakukan besok. Insyaallah mudah-mudahan anak-anak main lepas, percaya diri, enjoy. Mudah-mudahan final kita bisa dapat,” lanjutnya.
Ruly pun sudah mempersiapkan anak-anak asuhnya untuk menghadapi kemungkinan terjadinya adu penalti. “Kita enggak ada waktu lagi persiapan, tapi kita sudah sudah latihan sebelumnya. Kita sudah siapkan 5 penandang utama, ada 3 penandang untuk mengantisipasi kalau di 5 penendang itu masih hasil imbang,” pungkasnya.
Sedangkan perwakilan pemain Cipta Cendikia, Ayla Dva Khala Ahisma mengatakan ia dan rekan-rekannya akan lebih fokus menghadapi Goal Aksis. Pasalnya, saat bertemu di fase grup yang berakhir dengan hasil imbang 1-1, timnya kecolongan di menit-menit akhir. “Makanya kita sama teman-teman harus fokus sampai peluit eh selesai,” ucap Alya. (den)







