JuaraNews, Bandung – Timnas Putri Indonesia hanya bermain imbang 1-1 dengan timnas Putri Kamboja pada laga kedua FIFA Women’s Matchday Juni 2026 di Stadion Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda Kota Bandung, Selasa (9/6/2026) sore.
Indonesia sempat memimpin skor 1-0 pada laga bertajuk Garuda Champonship Series tersebut. Gol disumbangkan Rosdillah Siti Nurrohmah pada menit 54. Sayangnya keunggulan tim Garuda Pertiwi hanya bertahan 1 menit. Pada menit 55, setelah memulai kembali laga, tim Angkor Warriors mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1, berkat gol pemain pengganti, Meat Saphea.
Dengan hasil ini, berarti tim Garuda Pertiwi gagal meraih satu kali pun kemenangan. Setelah pada laga pertama, kalah 0-2 oleh Singapura. Sedangkan bagi Kambajo, ini merupakan hasil yang cukup baik, setelah pada laga perdana menang besar 5-0 atas Singapura. Dengan demikian Kamboja mengoleksi poin terbesar, 4 angka, disusul Singapura dengan 3 poin. Sementara Indonesia di urutan terbawah dengan hanya mengoleksi 1 poin.
Baca Juga: FIFA Women’s Matchday: Hadapi Kamboja, Timnas Putri Indonesia Siap Persembahkan Kemenangan

Lakukan Evaluasi, Panggil Kembali Pemain Tambahan
Menanggapi hasil di kedua laga persahabatan internasional tersebut, Pelatih timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki mengungkapkan, timnya sudah bermain dengan baik melawan tim kuat, Kamboja. “Tapi sangat disayangkan, karena seharusnya kami bisa menang. Pemain lokal, pemain diaspora, semua sudah berjuang dengan baik. Saya sangat berterima kasih,” ungkap Coach Mochi dalam sesi konferensi pers seusai laga di Stadion Arcamanik.
Dari hasil 2 laga yang berujung 1 kekalahan dan 1 hasil imbang, Coach Mochi pun akan melakukan evaluasi. Hal tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi Piala Wanita AFF atau ASEAN Women’s Championshiop 2026 pada Juli mendatang. Di antara bahan evaluasi tersebut, di antaranya skill individu pemain. Apalagi di ajang Piala AFF nanti, Indonesia menargetkan bisa kembali tampil sebagai juara.
“Pastinya pertama kita pengin meningkatkan skill individu, dan kedua kerja sama di lapangan untuk bisa lebih baik lagi dalam permainan. Juga PR kita kali ini yakni finishing touch yang harus ditingkatkan lebih baik lagi,” tegasnya.
“Kalau targetnya di PIala AFF, tentu, karena sebelumnya kita juara, maka tahun ini juga kita ingin kembali juara. Tapi kita harus hati-hati karena kita lihat Singapura dan Kamboja, mereka levelnya naik terus,” lanjut Coach Mochi.
Baca Juga: FIFA WOMEN’S MATCHDAY: Ini Susunan Pemain Indonesia vs Kamboja
Seusai FIFA Matchday ini, sambung Coach Mochi, pihaknya akan lansung melakukan persiapan untuk menyongsong Piala AFF. Coach Mochi pun menyambut baik rencanakan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang akan menggelar trainning center bagi timnas Putri Indonesia.
Menurutnya, TC sangat bermanfaat karena para pemain, khusus dari dalam negeri, tidak banyak bermain. Juga dengan TC, para pemainnya bisa lebih memahami soal sepak bola, karena akan banyak diskusi dan meeting dengan tim.
Sedangkan soal kekuatan skuat, Coach Mochi berencana memanggil sejumlah pemain tambahan untuk lebih memperkuat tim Garuda Pertiwi yang saat ini memiliki 26 pemain. Di antara memanggil kembali Claudia Scheunrmann yang masih berada di Belanda, dan Sydney Hopper yang bermain di Amerika.
Kemarin sebelum pencoretan juga ada 5-6 pemain yang ikut TC. Mungkin akan coba kita panggil lagi. Tapi pada akhirnya kita hanya bisa membawa 23 pemain (ke Piala AFF). Jadinya pasti akan pusing dalam memilih pemain,” pungkas Coach Mochi.
Baca Juga: FIFA Women’s Matchday: Senang Bertemu Lagi Indonesia, Timnas Putri Kamboja Ingin Menang

Pelatih Kamboja Sebut Permainan Indonesia Lebih Baik dari Singapura
Sementara itu, Pelatih timnas Putri Kamboja Khoun Laboravy mengaku senang dengan hasil yang diraih anak-anak asuhnya. Menurutnya, pertandingan cukup menarik. Kedua tim bermain baik, dan sama-sama berusaha lebih keras dibanding pertandingan sebelumnya.
Coach Laboravy sudah menduga, laga akan berjalan berat karena Indonesia memiliki waktu recovery lebih lama, dibanding timnya. Timnas Indonesia pun menurunkan banyak pemain diaspora yang berpostur tinggi. Sementara Kamboja memiliki waktu istirahat lebih pendek, dan hanya memainkan para pemain lokal, tanpa diaspora.
Laboravy juga memuji kualitas permainan Indonesia yang dinilainya lebih baik dari Singapura. “Secara individual timnas Indonesia lebih baik dari secara fisik dan juga dari cara komunikasinya. Karena di pertandingan pertama, pemain tidak terlalu banyak waktu bersama. Hari ini karena sudah lebih banyak waktu, pelatihnya sudah memperbaiki kualitas nya. Jadi menurut saya hari ini lebih bagus,” ungkap Caoch Laboravy dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Pelatih tim dengan julukan Angkor Warriors tersebut menegaskan, hasil 2 laga kontra Singapura dan Indonesia bisa menjadi bekal dalam persiapan menghadapi Piala AFF nanti. Untuk Piala AFF pun, Laboravy masih tetap mengandalkan skuat lokalnya saat ini. “Kami kesulitan mendatangkan pemain diaspora, tidak seperti Indonesia. Tapi saya senang karena akhirnya bisa kasih kesempatan untuk para pemain lokalnya untuk bertanding,” pungkasnya.
Baca Juga:
Susunan Pemain
Indonesia
1-Iris De Rouw; 4-Emily Nahon, 5-Gea Yumanda, 3-Isabel Corian Kopp, 22-Pauline Van De Pol, 7-Felicia de Zeeuw/10-Sheva Imut Furyzcha,, 11-Isabelle Nottet/9-Aulia Al Mabruroh,. 20-Katarina Matilda Putri Stalin/15-Helsya Maesyaroh, 16-Rosdillah Siti Nurrohmah, 19-Viny Silfianus (C), 12-Estella Raquel Loupatty/18-Marsela Yuliana Awi.
Pelatih: Satoru Mochizuki.
Kamboja
1-Chea Fariya, 4-Ban Angkhen/2-Mak Sreyroth, 20-Hear Sreilas, 3-Kin Ramska/17-Srun Sreyleak, 13-Vibol Serystha, 14-Rith Channimol/11-Heng Savonmony, 18–Soem Maysam, 10-Soeurn Vipha (C)/6-Chhorn Sreyni, 8-Ti Samnang, 9-Yon Yoeurn/15-Meat Saphea, 12-Hok Saody/23-Voeun Sothan.
Pelatih: Khuon Laborary. (den)







