banner 500x188

Raih Lisensi Klub Profesional AFC, Persib Bandung Siap Berkompetisi di Level Asia

Persib Bandung kembali meraih Lisensi Klub Profesional AFC. Dengan keluarnya lisensi ini, Persib siap bertarung di kompetisi level Asia.
Tim Persib Bandung saat meraih gelar juara Liga 1 2023-2024, setelah di final mengalahkan Madura United dengan aggregat 6-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, 31 Mei 2024. (foto: net)

JuaraNews, Bandung – Persib Bandung kembali meraih Lisensi Klub Profesional AFC untuk siklus 2025-2026.

Pencapaian tersebut menegaskan konsistensi Persib sebagai klub sepak bola profesional dan menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan klub dalam menjaga standar tata kelola yang profesional, modern, dan sesuai dengan regulasi nasional maupun AFC.

Sejak proses verifikasi lisensi klub AFC mulai diterapkan pada 2017, Persib secara konsisten selalu berhasil memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Konsistensi tersebut menjadi cerminan dari keseriusan klub dalam membangun fondasi organisasi yang sehat, berdaya saing, dan terus berkembang mengikuti dinamika industri sepak bola modern.

Hasil verifikasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Club Licensing Committee nomor 009/CL-LI/V/2026 yang ditandatangani Ketua Club Licensing Committee, Essy Asiah, bersama anggota Bontor Tobing dan Juninho Widjaja.

“Menerima permohonan Lisensi Klub Profesional atas nama Persib Bandung Bandung dan memberikan Lisensi AFC dengan status Granted dan berhak untuk berpartisipasi dalam kompetisi sebagai berikut: Kompetisi Klub AFC, Kompetisi Klub Nasional Super League, Kompetisi Klub Nasional Championship,” demikian bunyi surat keputusan tersebut.

Baca JugaHanya Menang 1-0 atas Ratchaburi, Persib Bandung Gagal ke Perempat Final ACL 2

 

Persib Bandung Kembali Bermain di ACL 2?

Dengan keluarnya lisensi tersebut, dipastikan tim Persib Bandung siap kembali bertarung di kompetisi level Asia musim 2026-2027. Karena tim Maung Bandung bersama Borneo FC sudah dipastikan masuk tim 2 Besar Super League 2025-2026 yang akan menjadi wakil Indonesia di kancah Asia.

Seperti musim sebelumnya, Liga Indonesia baru dipastikan akan mengirimkan 2 wakilnya di kompetisi Asia, yakni AFC Champions League Two (ACL 2) yang akan diikuti juara Super Legaue 2025-2026 melalui babak play-off, dan AFC Challenge League (ACGL) untuk tim runner-up, yang juga lewat babak play-off.

Namun dengan ranking Liga yang menempati peringkat 18 di Asia, Indonesia belum bisa berpartisipasi di kompetisi kasta tertinggi Asia, AFC Champions League Elite (ACLE). Indonesia sendiri masih memungkinkan mendapatkan 1 tambahan kuota di ACGL, yang akan diisi oleh peringkat 3 Super League, jika ada tim yang mengundurkan diri atau tidak mendapatkan lisensi dari AFC, yang kemungkinan menimpa klub asal Korea Utara.

Untuk posisi 3 Besar Super League musim ini sendiri sudah dipastikan menjadi milik Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta. Tim Macan Kemayoran sudah memastikan diri finis di peringkat 3, sementara untuk peringkat 1 atau juara, masih akan diperebutkan oleh Persib dan Borneo. Bila mengacu pada regulasi AFC sebelumnya, maka Persib dan juga Borneo dipastikan akan berlaga di kompetisi level Asia, apakah itu di ACL 2 atau ACGL.

Sebagai juara Liga Indonesia selama 2 musim berturut-turut, Persib sendiri 2 sudah dua kali berlaga di ACL 2. Pada musim 2024-2025, Persib yang otomatis lolos ke babak Grup, gagal melangkah ke fase knock-out. Sementara di musim berikuta pada 2025-2026, Persib yang masuk ke babak Grup melakui play-off, lolos ke fase 16 Besar, sebelum akhirnya tersingkir oleh Ratchaburi FC asal Thailand.

Baca JugaGagal ke Perempat Final ACL 2, Persib Bandung Kembali Fokus ke Super League

 

Persib Bandung Terus Jaga Standar Profesionalisme

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh elemen klub yang selama ini terus menjaga standar profesionalisme dan tata kelola klub secara konsisten.

“Bagi Persib, lisensi klub profesional AFC bukan sekadar pemenuhan regulasi atau persyaratan administratif (untuk kompetisi Asia). Ini adalah representasi dari komitmen kami untuk terus membangun klub yang sehat, profesional, terpercaya, dan memiliki fondasi yang kuat untuk jangka panjang,” ujar Adhitia, dikutip laman resmi klub, Kamis  (14/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan lisensi sejak 2017 menunjukkan bahwa Persib terus bergerak dan bertumbuh sebagai institusi olahraga modern yang tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga pada kualitas pengelolaan klub secara menyeluruh.

Baca JugaIbunda Tercinta Wafat, Bojan Hodak Tetap Dampingi Persib hadapi PSM dan Persijap

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan Persib berjalan secara berkelanjutan, baik dari sisi performa tim, pengembangan pemain, penguatan infrastruktur, tata kelola organisasi, hingga pelayanan kepada Bobotoh dan seluruh stakeholder klub,” katanya.

Adhitia menambahkan, pencapaian tersebut juga menjadi motivasi bagi Persib untuk terus meningkatkan standar di berbagai lini demi menghadirkan klub yang semakin kompetitif dan relevan di level nasional maupun Asia.

“Persib ingin terus tumbuh menjadi klub yang tidak hanya berprestasi di atas lapangan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif, menghadirkan kebanggaan, serta menjadi representasi baik bagi Bandung dan sepak bola Indonesia di level yang lebih luas,” pungkas Adhitia.

Baca Juga: Senang Kembali Bermain untuk Persib, Dedi Kusnandar Minta Doa Bobotoh untuk Hadapi 2 Laga Final

 

8 Klub Granted untuk Kategori Lisensi ACL 2

Dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26, klub-klub peserta menjalani evaluasi menyeluruh terhadap lima aspek utama, yakni sporting, infrastructure, personnel and administrative, legal, serta financial.

Selain Persib Bandung, 7 klub lainnya yang berlaga di Super League 2025-2026, juga mendapatkan Lisensi Klub Profesional AFC. Untuk kategori lisensi ACL 2, sebanyak 8 klub dinyatakan Granted dan 8 klub lainnya memperoleh status Granted with Sanctions. Klub yang mendapatkan status Granted adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC, Persita Tangerang, Dewa United, Persik Kediri, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Sementara klub dengan status Granted with Sanctions adalah Bhayangkara FC, Arema FC, Semen Padang, Madura United, Bali United, Malut United, Persis Solo, dan Persijap Jepara.

Sedangkan, pada lisensi Super League, total 25 klub memperoleh status Granted, termasuk 16 klub pemegang lisensi ACL 2 yang secara otomatis juga memenuhi persyaratan lisensi Super League, serta 9 klub lainnya yakni PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Sementara itu, pada lisensi Championship, FC Bekasi City menjadi klub yang memperoleh status Granted. Adapun pada lisensi Liga Nusantara, empat klub berhasil mendapatkan status Granted, yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul. (den)