banner 500x188

Ditekuk Persib Bandung 2-1, Ini Pembelaan Pelatih Persija Jakarta

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menepis opini bahwa kekalahan oleh Persib Bandung, Minggu (10/5/2026), karena timnya bermain buruk.
Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menepis opini bahwa kekalahan oleh Persib Bandung, Minggu (10/5/2026), karena timnya bermain buruk.

JuaraNews, Bandung – Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menepis opini bahwa kekalahan oleh Persib Bandung pada laga Pekan 32 Super League 2025-2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore, karena timnya bermain buruk.

Menurutnya, tim Macan Kemayoran menunjukkan dominasinya di atas lapangan namun masih kurang klinis untuk bisa memenangkan permainan.

“Saya merasa kami jauh lebih unggul dari lawan (Persib). Saya di sini tidak akan menganalisis hasil pertandingannya, saya akan menganalisis bagaimana jalannya laga,” ungkap Mauricio Souza dalam sesi konferensi pers seusai laga di Stadion Segiri.

“Sayangnya, kami tidak cukup efektif untuk memenangkan pertandingan. Sekali lagi, kami melakukan kesalahan di momen saat kami tidak boleh melakukan kesalahan. Tapi, saya sama sekali tidak akan keluar dari ruangan ini dengan mengatakan bahwa tim kami bermain buruk karena tim kami jauh lebih baik dari lawan,” sambungnya.

Pada laga kandang di stadion milik Borneo FC tersebut, Persija unggul 1-0 lebih dulu lewat gol Alaaeddine Ajaraie di menit 20. Namun Persib berhasil membalikkan kedudukan menjadi 1-2 lewat brace Adam Alis Setyano pada menit 28 dan 37.

Kekalahan di Samarinda tersebut membuat Persija tak pernah menang lawan Persib pada musim ini. Pada pertemuan pertama, Macan Kemayoran kalah 1-1 di Stadion Gelor Bandung Lautan Api, Kota Bandung, 11 Januari 2026. Kekalahan ini pun membuat Persija tersingkir dari persaingan untuk memperebutkan gelar juara Super League 20250-2026. Sementara peluang Persib untuk meraih gelar ketiga secara beruntun, semakin terbuka lebar karena masih memimpin klasemen dengan mengoleksi 75 poin di 2 laga tersisa.

Baca JugaPersib tak Tampilkan Permainan Terbaik lawan Persija, Bojan Hodak: Hasil Akhir Lebih Penting

Persija Jakarta Mendominasi Permainan

Coach Souza sendiri bersikeras bahwa tim asuhannya tampil jauh lebih baik dibanding Persib. Hal tersebut, dibuktikan berdasarkan statistik yang mencatat Persija meraih 65 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan dengan 6 mengarah ke gawang. Sementara, Persib hanya melepaskan 7 tembakan dengan 3 yang tepat sasaran.

Dari data tersebut, pelatih asal Brasil ini pun berani menyatakan Persija tampil lebih baik. Namun, hasil akhir tak berpihak pada Macan Kemayoran. “Tentu saja, sekadar memiliki angka yang lebih baik bukanlah apa-apa, kami tetap harus memenangkan pertandingan. Tapi apa yang bisa kami kendalikan dari luar lapangan adalah membuat tim ini bermain sesuai dengan cara mereka bermain hari ini, bagaimana mereka bersikap,” papar Mauricio Souza.

“Sebuah tim yang berani, yang terus menguasai bola sepanjang waktu. Jadi, tentu saja kami tidak puas dengan hasilnya. Tentu saja kami tidak ingin hanya menang dalam angka (statistik). Tapi angka-angka tersebut menjadi tolok ukur dari seluruh kerja keras kami,” sambung dia.

Baca Juga: Menang 2-1 di Samarinda: Persib Bandung Tetap di Jalur Juara, Persija Jakarta Tersingkir

 

Luciano tak Dikartu Merah, Mauricio Souza Kecewa Kepemimpinan Wasit

Di sisi lain, Mauricio Souza juga mempersoalkan kepemimpinan wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov, yang dinilai memberi perbedaan terhadap hasil pertandingan. Coach Souza kecewa karena ada beberapa keputusan wasit yang dinilai tidak tepat. Salah satunya saat memberi kartu kuning atas pelanggaran yang dilakukan gelandang Persib, Luciano Guaycochea terhadap Rayhan Hannan.

Pemain asal Argentina itu kedapatan menginjak kaki Hannan pada menit 50, namun wasit hanya memberinya kartu kuning. Wasit VAR juga tak memberi rekomendasi untuk melakukan pengecekan ulang. Kemudian, Luciano kembali melakukan pelanggaran yang sama kepada Allano para menit 60, dan tak mendapat hukuman apapun. Seusai kejadian tersebut, Pelatih Bojan Hodak langsung menarik Luciano dan menggantikannya oleh Layvin Kurzawa, karena khawatir mendapatkan kartu kuning kedua yang akan berujung kartu merah.

Baca Juga:PERSIJA JAKARTA VS PERSIB BANDUNG: Laga Final yang Wajib Dimenangkan

Menurut Mauricio Souza, kedua pelanggaran tersebut sepantasnya diganjar kartu merah langsung, bahkan tanpa harus melihat VAR. “Tekel (pelanggaran) terhadap Rayhan Hannan itu seharusnya kartu merah langsung. Bahkan tidak butuh VAR dan VAR bahkan tidak memanggil (wasit) untuk melihat situasinya,” tegas Souza.

“Kemudian Allano dilanggar dengan jelas di depan kotak penalti, dia dipegang, ditarik, kemudian dia diinjak, dan tidak terjadi apa-apa. Apa yang harus kita lihat adalah seberapa sering Persija dirugikan di kompetisi ini. Saya tidak tahu sudah berapa kali kami dirugikan di Liga,” lanjutnya.

Mauricio Souza merasa aneh dengan kinerja wasit asal Uzbekistan tersebut. “Babak pertama ada 2 kartu kuning untuk Persija, dan tidak ada kartu kuning sama sekali untuk Persib. Jika pelanggaran yang dialami Hannan, yang bahkan sampai memaksanya keluar dari pertandingan, jika itu bukan kartu merah, saya tidak tahu lagi apa itu sepak bola,” ungkap pelatih 52 tahun tersebut. (den)