blog counter

Hot News


Opini


  • Konsekuensi Logis PPPK
    Konsekuensi Logis PPPK

    ADA dampak yang sangat signifikan dengan terbitnya surat Menteri PANRB Tjahjo Kumolo bernomor B/185/M.SM.02.03/2022.

    Kasus Covid-19 Naik Lagi, Pemprov Jabar Antisipasi Dampak terhadap UMKM

    • Kamis, 3 Februari 2022 | 22:16:00 WIB
    • 0 Komentar


    Kasus Covid-19 Naik Lagi, Pemprov Jabar Antisipasi Dampak terhadap UMKM
    Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri acara Ngopi Cantik Bersama Ibu Cinta di Dekranasda Store, Kota Bandung, Kamis (3/2/2022). (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung -  Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sudah mulai keluar dari jurang resesi. Namun, para pelaku usaha masih belum sepenuhnya tenang. Mengingat, pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia termasuk Jabar. Bahkan saat ini, kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan seiring adanya varian Omicron.

     

    Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (3/2/2022) ini, ada 27.197 kasus aktif positif Covid-19 se-nasional. Tambahan kasus tersebut membuat total positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 4.414.483 kasus.

     

    Karena itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, dampak pandemi Covid-19, termasuk kepada para pelaku UMKM, perlu diantisipasi. Karena selama pandemi, para pelaku UMKM menjadi pihak yang paling terdampak Covid-19.

     

    Hal itu dikatakan Atalia saat menghadiri acara Ngopi Cantik Bersama Ibu Cinta di Dekranasda Store, Kota Bandung, Kamis (3/2/2022)

     

    "Pak Presiden (Joko Widodo) dua hari lalu menyampaikan, Omicron masih mengintai. Kenaikan pandemi ini di 2022 mencapai 910 persen. Maka, kita harus berhati-hati. Berhati-hati tidak harus terkait dengan kesehatan, tapi bagaimana dampaknya bisa kita antisipasi," kata Atalia.

     

    Menurut Atalia, membantu para pelaku UMKM untuk bangkit tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan peran dari swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan masyarakat umum.

     

    "Hari ini saya informasikan kepada bapak dan ibu saatnya kita bangkit bersama-sama. Karena kita tidak bisa sendirian bagaimana produk-produk Jawa Barat bisa menasional atau bahkan bisa mendunia," kata Atalia.

     

    Pemprov bersama Dekranasda Jabar sendiri memiliki beberapa program guna mendorong para pelaku UMKM untuk bangkit. Misalnya dengan menyelenggarakan pameran-pameran dengan menampilkan produk unggulan Jabar.

     

    "Kemudian ada beberapa toko-toko. Kita punya di sini kerabat store, kita ada di taman mini, di IKEA dan sebagainya. Belum lagi kegiatan lain seperti pembinaan," ucap Atalia

     

    Atas dasar itu, Atalia mengumpulkan para stakeholder untuk sama-sama mendorong para pelaku UMKM survive dan bangkit dari pandemi. Acara yang dikemas dengan cara ngopi bersama ini menghadirkan instansi pemerintahan, BUMN/BUMD, hingga perusahaan e-commerce.

     

    "Oleh karenanya hari ini saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak, dengan kehadirannya pun sebuah anugerah dari kami. Menunjukkan bahwa bapak ibu memberikan perhatian khusus agar kesejahteraan bisa didapatkan dan menjadi anugerah bagi para pelaku usaha di Jawa Barat," jelas Atalia. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Bersama Jurnalis, CEO Crown Group Iwan Sunito Bahas Konsep Green Building
    Voir PR Consultant Tingkatkan Industri Kopi, Melalui Event What So Medley
    Daftar Toko Top Rated di Blibli dengan Harga Iphone 12 Pro Max Terjangkau
    Digital Internal Influencer Sebagai Juru Bicara Perusahaan Sangat Butuhkan
    173 Perusahaan di Jabar Dilaporkan karena Tak Memenuhi Hak THR Karyawan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads