Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Ingin Motor Listrik? Tak Perlu Beli Baru, Cukup Dikonversi di Bengkel ESDM

    • Jumat, 24 Desember 2021 | 17:44:00 WIB
    • 0 Komentar


    Ingin Motor Listrik? Tak Perlu Beli Baru, Cukup Dikonversi di Bengkel ESDM
    Gubernur JabarĀ  Ridwan Kamil saat mencoba motor listrik di kawasan Palm Spring Golf, Kabupaten Karawang, Jumat (24/12/2021). (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjajal motor listrik di kawasan Palm Spring Golf, Kabupaten Karawang, Jumat (24/12/2021).

     

    Namun bukan motor listrik biasa yang dijajal Emil, melainkan hasil  konversi dari motor bebek yang berbahan bakar bensin. Konversi ini merupakan hasil inovasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bidang transportasi. Inovasi ini mengubah kendaraan berbasis bahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

     

    Menurut Emil, dengan inovasi ini bisa menjadi alternatif masyarakat untuk memiliki kendaraan listrik. Cukup dengan mengganti mesin dan tangki bensin dengan baterai listrik. 

     

    "Ini dulunya sebenarnya adalah motor bebek. Jadi sekarang ada dua pilihan beli motor listrik baru tapi kepada mereka yang sudah terlanjur beli motor BBM, atau motor bensin ternyata ada inovasi baru Kementerian ESDM tinggal mencopot mesinya diganti dengan seperangkat motor listrik," kata Kang Emil.

     

    Menurut Emil, dengan mengonversi kendaraan dari BBM menuju listrik bisa menghemat ongkos. Dirinya mengibaratkan, jika biasanya menggunakan motor BBM memakan biaya Rp200, maka dengan mengonversi menjadi listrik hanya memakan biaya Rp50 atau bisa seperempat lebih hemat.

     

    "Sehingga hasilnya tidak perlu pakai bensin lagi, cukup mencolok ke listrik dan menghemat biaya sampai seperempatnya. Kalau pakai bensin Rp200, ini bisa Rp50. Di sini tidak ada tangki bensin lagi, sekarang udah berubah jadi tempat baterai," kata Emil.

     

    Sayangnya saat ini, bengkel konvesi kendaraan listrik milik Kementerian ESDM masih terbatas,baru ada di Karawang. Emil pun berharap kepada Kementerian ESDM untuk memperbanyak bengkel-bengkel konversi kendaraan listrik. Sehingga lebih banyak masyarakat Jabar yang mengonversi kendaraan berbasis BBM-nya ke listrik.

     

    "Kami berharap bengkelnya lebih banyak yang bisa mengubah motor ojek, motor kantor, motor dinas menjadi motor listrik," kata Emil.

     

    "Mudah-mudahan tahun 2022 semua bersemangat tidak ada bunyi, tidak ada polusi, hemat biaya dan itulah masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau," pungkssnya. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Jabar Perbaiki 2.400 Rumah tidak Layah Huni di Garut
    Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pemprov Jabar Tetap Pertahankan Pasar Tradisional
    Jabar-Jatim Kerja Sama Kembangkan Inseminasi Buatan Sapi dan Industri Baterai Mobil Listrik
    Pemprov Jabar Kembangkan Wisata Religi Terkonsep
    Pemprov Dorong IKAPI Jabar Lakukan Digitalisasi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads