blog counter

Hot News


Opini


    Gubernur Ridwan Kamil Sebut OPOP Jadi Lokomotif Ekonomi Keumatan Jabar

    • Kamis, 16 Desember 2021 | 17:45:00 WIB
    • 0 Komentar


    Gubernur Ridwan Kamil Sebut OPOP Jadi Lokomotif Ekonomi Keumatan Jabar
    Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menghadiri Temu Bisnis dan Penyerahan Modal Usaha Pesantren Juara OPOP di Ponpes Daarut Tauhiid, Kota Bandung, Kamis (16/12/2021). (humas pemprov jabar)

    JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, program One Pesantren One Product (OPOP) menjadi lokomotif dalam meningkatkan ekonomi keumatan di Jabar.

     

    Kang Emil pun menilai program OPOP dapat memberikan banyak dampak positif dalam menghadirkan kesejahteraan bagi pesantren. Selain itu, OPOP pun diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar pesantren.

     

    "Alhamdulillah, perkembangan sangat baik. Sampai hari ini, dalam tiga tahun, naik rata-rata hampir 1.000-an. Total sekarang sudah 2.500-an dan terus akan kita tingkatkan. Yang terbaik kita beri apresiasi dan juga untuk menjadi pembina," kata Emil saat menghadiri Temu Bisnis dan Penyerahan Modal Usaha Pesantren Juara OPOP di Ponpes Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Kota Bandung, Kamis (16/12/2021).

     

    Emil berharap peningkatan ekonomi keumatan disertai dengan penurunan kasus Covid-19. Selain itu, ia juga berharap kebangkitan dan pemulihan ekonomi dapat terakselerasi pada 2022, salah satunya melalui pesantren.

     

    " Covid-19 sedang surut, kita pertahankan. Sehingga nanti 2022 pada mayoritas pembangkitan ekonomi. Salah satunya, ekonomi pesantren ini. Salah satu teladannya Daarut Tauhiid dan sebenarnya model OPOP ini datang dari pengembangan bisnis di DT," ucapnya.

     

    Emil mengatakan, OPOP juga mendorong seluruh pesantren untuk meningkatkan kualitas produk. Bahkan, pasarnya sudah tidak lagi hanya regional dan nasional, tetapi juga mulai go international. Salah satunya adalah ekspor jengkol dan produk fashion ke Uni Emirat Arab.

     

    "Kemarin kita sudah ekspor ke luar negeri. Kapan pesantren bisa ekspor? Alhamdulillah sekarang bisa, kita niatkan supaya mereka maju," tutur Emil.

     

    "Karena pada dasarnya pesantren ini ada yang alumninya jadi kiai, kita doakan. Jadi konglomerat, jadi guru, jadi pemimpin, dasarnya adalah nyantri sesuai syariat Islam," imbuhnya.

     

    Ponpes Daarut Tauhiid Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyambut baik program OPOP yang digagas Gubernur Ridwan Kamil. Ia juga menilai Gubernur Jabar memberikan bukti dapat memandirikan pesantren dari segi ekonomi.

     

    "Sangat bagus dan terbukti sangat bisa meningkatkan kualitas kemandirian. Bisa juga memperbanyak lapangan kerja dan mudah-mudahan pesantren makin mandiri," kata Aa Gym.

     

    Aa Gym berharap jumlah pesantren yang mengikuti program OPOP bisa terus meningkat. Apalagi, pembinaan dan fasilitas yang diberikan sangat menguntungkan dan jelas dalam mengembangkan potensi.

     

    "Harapannya lebih banyak lagi pesantren yang dilibatkan, dilatih, dibina, difasilitasi, supaya potensinya maksimal," ucapnya.

     

    Tiga pesantren terbaik juara OPOP 2021:

    1. Pesantren Al-Furqon Hantara, Kuningan - Produk Cuka Kayu Merk Family.
    2. Pesantren Sadang Lebang, Garut - Minuman Herbal Merk Gentong Mas.
    3. Pesantren Thariqul Jannah, Kota Bekasi - Perdagangan Umum - Produk Sprei Merk Pulas. (*)

    jn

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pemprov Jabar Tawarkan Sejumlah Proyek Energi Baru Terbarukan di WJIS 2022
    Berencana Akuisisi Hak Partisipasi Shell di Blok Masela, Pertamina Harus Siapkan Rp21 Trilyun
    Benih Baik Ajak Remaja di Jabar Kreatif dan Miliki Gaya Hidup Sehat
    Gap Funding Pembiayaan Infrastruktur Capai 70 Persen, PUPR Tawarkan Kerjasama
    Berita Terdahulu

    Editorial


      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads