blog counter

Waspadai Cuaca Ekstrem, Gubernur Jabar Minta Kabupaten/Kota Aktif Pantau Titik Rawan Bencana

  • Selasa, 16 November 2021 | 00:13:00 WIB
  • 0 Komentar


Waspadai Cuaca Ekstrem, Gubernur Jabar Minta Kabupaten/Kota Aktif Pantau Titik Rawan Bencana
Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau lokasi pascalongsor di wilayah RT 03/01 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong Kota Bandung, Senin (15/11/2021). (humas pemprov jabar)

JuaraNews, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta semua warga untuk mewaspadai cuaca hujan yang lebih tinggi dan tidak biasa hingga Maret 2022.

 

Emil menyebut dalam rentang waktu tersebut diperkirakan banjir dan longsor akan sering terjadi.

 

"Saya minta waspada sampai bulan Maret 2022 ada curah hujan yang lebih tinggi dan tidak biasa yang punya potensi longsor dan banjir lebih sering," kata Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (15/11/2021).

 

Sebelumnya Gubernur sudah menetapkan status Siaga 1 untuk 27 kabupaten kota di Jabar. Kang Emil mengatakan, untuk mengantisipasi bencana akibat cuaca ekstrem tersebut pihaknya meminta aparat kewilayahan untuk menggelar apel rutin kesiapsiagaan bencana. "Mohon apel siaga dengan muspida untuk kesiapsiagaan terhadap potensi bencana," pinta Gubernur.

 

Emil mencontohkan, peristiwa longsor di Dago Kota Bandung awal November lalu terjadi akibat curah hujan tinggi dan tak biasa. Padahal selama 50 tahun di daerah tersebut tidak pernah terjadi longsor.

 

"Tadi yang longsor di Dago juga sama, menurut warganya selama 50 tahun tidak pernah terjadi longsoran seperti itu tapi tiba-tiba terjadi," ujarnya.

 

Sebelumnya, Kang Emil bersama BPBD Jabar berkesempatan meninjau lokasi longsor tepatnya di wilayah RT 01/03 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Dalam peristiwa yang terjadi pada 2 November 2021 lalu itu tiga rumah warga mengalami rusak berat dan korban luka.

 

"Menurut laporan biasanya rawan pergerakan tanah itu di bulan Maret pada saat akumulasi hujan berbulan-bulan. Ini baru di bulan November tanahnya udah serapuh itu," kata Emil.

 

Gubernur minta pemerintah kabupaten/kota melalui dinas-dinasnya aktif memantau titik-titik rawan bencana seperti sungai dan daerah pergerakan tanah. Apabila menemukan ada retakan tanah di deretan rumah warga yang lokasinya berada di pinggiran sungai agar segera dievakuasi. "Jangan menunggu terjadi korban atau bencana," tegas Emil.

 

Adapun saat peninjaun longsor di Dago, Emil sudah meminta warga yang rumahnya berada di daerah tebing untuk relokasi. Sementara bantuan untuk korban, sesuai aturan, anggaran kebencanaan akan diberikan terlebih dulu oleh Pemkot Bandung.

 

"Urutannya kan harus pemda tingkat dua dulu, yaitu wali kota dulu. Anggaran bencana tak terduga itu kan berurut," jelasnya.

 

Emil menambahkan, setelah ada ketidaksanggupan dari kabupaten/kota barulah pemerintah provinsi membantu anggaran. "Anggaran kami juga akan turun kalau kejadian bencananya melintasi perbatasan," ucap Emil. (*)

jn

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
DPRD Jabar Dorong Pelayanan Kesehatan di RSUD Bogor Utara Lebih Baik
Jangan Tarik Gubernur dalam Proses Pemilihan Ketua Umum KONI Jabar
Jalin Sinergitas Lembaga TNI, Kodam III/Siliwangi Gelar Pameran Inovasi dan Teknologi
Ketua YKP BJB dan Ketua Stie Ekuitas akan Dipolisikan Agus Mulyana
Aceng Roni Bantah Lakukan Pemalsuan Dukungan Suara Pencalonan DPC Garut
Berita Terdahulu

Editorial


    Lebaran Fraksi PKB Jawa Barat
    Iklan Lebaran Pemkot Bandung

    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Ads