Hot News


Opini


  • Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat
    Urgensi Perubahan RTRW Jawa Barat

    TERKAIT penataan ruang, amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja memang berbeda dengan amanat UU 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

    Peningkatan Daya Beli Penting untuk Bangkitkan UMKM

    • Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:03:00 WIB
    • 0 Komentar


    Peningkatan Daya Beli Penting untuk Bangkitkan UMKM
    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Kusmana Hartadji. (net)

    JuaraNews, Bandung - Penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 berdampak pada penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jabar. Omzet mereka anjlok, dan tak sedikit pelaku UMKM gulung tikar.

    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar Kusmana Hartadji mengatakan, pendapatan pelaku UMKM menurun drastis hingga 80 persen saat pandemi Covid-19.

     

    "Dalam kondisi tersebut, ada yang bertahan, ada juga yang sama sekali menghentikan usaha," kata Kusmana dalam webinar bertajuk ‘Mendorong Pemulihan Ekonomi Umat dalam Skema Kebijakan Ekonomi Jawa Barat’ pada Jumat (19/2/2021).

     

    Berdasarkan data Dinas KUK Jabar, pelaku UMKM di Jabar mencapai 4,6 juta unit usaha. Dari jumlah tersebut, 98 persennya merupakan usaha mikro dan kecil.

     

    Selain penurunan pendapatan, pandemi Covid-19 membuat harga bahan baku naik dan langka. Pelaku UMKM pun sulit mengakses permodalan. Hal itu menghambat rantai produksi dan distribusi barang.

     

    Kusmana menuturkan, pihaknya telah menyusun strategi untuk menyelamatkan dan memulihkan UMKM. Tahap pertama adalah mempermudah UMKM mendapatkan bahan baku.

     

    "Kemudian membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), fasilitasi pembiayaan dan pemasaran, sampai program padat karya," ucapnya.

     

    Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi dan Transformasi Ekonomi Daerah Jabar Ipong Witono menyatakan, peningkatan daya beli masyarakat amat krusial untuk membangkitkan UMKM di tengah pandemi Covid-19.

     

    Pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar sudah berupaya meningkatkan daya beli dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos), baik kepada masyarakat umum, pekerja, maupun pelaku usaha mikro.

     

    "Selain dengan bansos, peningkatan daya beli masyarakat akan dilakukan dengan penyediaan lapangan kerja," tuturnya.

    Menurut Ipong, Pemprov Jabar sudah meluncurkan marketplace bernama borongdong.id untuk meningkatkan penjualan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jabar.

     

    "Sasaran borondong.id itu ASN (Aparatur Sipil Negara) di Jabar. Kenapa ASN? Karena penghasilan mereka saat pandemi Covid-19 tetap stabil," katanya.

     

    Kolaborasi Pemerintah, Komunitas, dan Segmen Pasar
    Selain melalui program pemerintah untuk memulihkan ekonomi, Ipong pun menekankan bahwa kolaborasi semua pihak amat krusial dalam membangkitkan UMKM maupun mengakselerasi pemulihan ekonomi daerah.

     

    "Setiap insan Jabar sejatinya adalah pelaku pemulihan ekonomi. Dengan taat pada protokol kesehatan, masyarakat telah memberi kontribusi pada pemulihan ekonomi Jabar," ucapnya.

     

    Pelaku usaha mikro Ahmad Ari Andi mengatakan, untuk membangkitkan UMKM, pemerintah mesti berkolaborasi dengan komunitas dan segmen pasar.

    "Kita harus berkolaborasi antarpemerintah, kedua komunitas, ketiga segmen pasar. Ini harus disinergikan. Dengan kolaborasi ini tentu akan ada keseimbangan," tutur Ahmad.

     

    Pemprov Jabar via Dinas KUK Jabar sudah menjalin kolaborasi dengan banyak pihak untuk membangkitkan UMKM. Mulai dari Kadin Jabar, Pusat Koperasi Pesantren, Ikopin, Universitas Padjadjaran, Pasar Tematik UMKM, sampai bank bjb. Selain itu, Dinas KUK pun berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk memperluas pasar UMKM, seperti blibli.com, Tokopedia, Grab, dan Bukalapak. (*)

    Oleh: JuaraNews / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Content Creator Diingatkan untuk Terus Berpikir Kreatif tapi Tetap Jaga Etika
    Hyundai Creta Produk Terlaris di GIIAS 2021, Kini Hadir di Kota Bandung
    Buka Jabar Motekar di Yogyakarta, Ridwan Kamil: Awal Sebuah Semangat Kebudayaan
    UMK 2022 9 Kabupaten di Jabar tidak Naik, Ini Daftar Lengkapnya
    Summarecon Bandung Raup Rp161 Miliar dari Penjualan Kaveling Residensial Eksklusif
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Iklan DPRD KBB Hari Pahlawan 2021
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads