PSI Jabar Nilai Sampel Test PCR Saat PSBB Masih Kurang Banyak - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda
Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    PSI Jabar Nilai Sampel Test PCR Saat PSBB Masih Kurang Banyak
    Ketua PSI Jabar Furqan AMC (berpeci)

    PSI Jabar Nilai Sampel Test PCR Saat PSBB Masih Kurang Banyak

    JuaraNews, Bandung – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat menyambut baik diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di seluruh Provinsi Jawa Barat yang akan berlangsung selama dua minggu dimulai  Rabu (6/5/2020). Pelaksanaan PSBB tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) se-Jawa Barat.  PSBB di 27 Kabupaten/Kota.

     

    “Ini adalah PSBB terluas di Indonesia saat ini,” kata Ketua DPW Furqan AMC dalam press realesenya kepada juaranews.com, Rabu (6/5/2020).

     

    Furqan menjelaskan, PSI Jabar memandang momentum perpanjangan dan perluasan PSBB di Jawa Barat harus dimaksimalkan dengan pelaksanaan tes massal agar maping sebaran virus bisa lebih presisi. Jika ditemukan kasus positif bisa segera diisolasi dan ditelusuri riwayat kontaknya sehingga bisa dilakukan upaya memutus mata rantai infeksi. Apalagi tidak sedikit pengorbanan rakyat dan tanggungan negara untuk menerapkan PSBB se-Jabar.

     

    Sebelumnya Pemprov Jabar sudah melakukan hampir 100 ribu rapid test dan berhasil mengidentifikasi 237 kasus positif sebagaimana yang disampaikan kepada media oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sekaligus juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Berli Hamdani pada saat konferensi pers di gedung sate (05/05/2020).

     

    “Ini artinya dari 1.252 kasus positif, cuma 18,92 % yang diidentifikasi dari rapid test,” katanya.

     

    Menurut Furqan, metode rapid test memang lebih cepat hasilnya, bisa 15-20 menit, tapi sensitifitas dan spesifitasnya cuma 60-80% karena berbasiskan antibodi. Maka mereka yang terdeteksi dengan rapid test belum tentu positif Covid-19, bisa saja karena virus yang lain. Mereka yang terdeteksi perlu divalidasi lagi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan mereka yang tidak terdeteksi dengan rapid test perlu tes ulang lagi seminggu atau dua minggu kemudian, karena bisa saja waktu rapid test awal antibodi pasien yang baru terpapar belum berubah signifikan. “Jadi rapid test perlu repeat test, perlu pengulangan tes,” katanya lagi.

     

    Karena itu, lanjut Furqan, upaya Pemprov Jabar untuk menggeser rapid test menjadi tes PCR (Polymerase Chain Reaction) secara masif patut diapresiasi, karena sensitifitas dan spesifitasnya 95%. Namun 40 ribu alat tes PCR yang disiapkan menyambut PSBB se-Jabar ini dirasa masih kurang, cuma 0,08% jika dibandingkan dengan populasi Jawa Barat yang mendekati 50 juta pada tahun 2020 berdasarkan data BPS. “Artinya cuma ada 800 pengetesan dari 1 juta penduduk,” kata Furqan. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dampingi Presiden Resmikan Mall, Emil Siapkan Tatanan Normal Baru di Jabar
    Cegah Arus Balik, Penyekatan Perbatasan di Jabar Ditingkatkan
    Tekan Potensi Penyebaran COVID-19 Setelah Idulfitri dengan Tes Massif
    Bani Muhyiddin Pagelaran Tetap Jaga Silaturahmi di Tengah Pandemi Covid-19
    ASN Pemda Provinsi Jabar Mulai Bekerja
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads