banner 500x188

Gelar Sosper, Hj. Ratnawati Terima Keluhan Warga soal Sepinya Kawasan Wisata Tirtamaya

Gelar Sosper, Hj. Ratnawati Terima Keluhan Warga soal Sepinya Kawasan Wisata Tirtamaya
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat Hj. Ratnawati, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.(Foto:Istimewa)

JuaraNews, Indramayu – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat Hj. Ratnawati, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Dalam sosper tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang hadir untuk mendengarkan sekaligus menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait kondisi sosial dan ekonomi di wilayah mereka.

Baca Juga:Respon Cepat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Atasi Keluhan Warga

Sosper diisi dengan dialog yang berlangsung terbuka, warga Desa Dadap mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap kondisi Kawasan Wisata Pantai Tirtamaya yang saat ini sepi pengunjung. Hal ini berdampak besar pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan, yang selama ini mengandalkan pendapatan dari wisatawan.

Salah satu warga, Taryuni, seorang pedagang di sekitar Pantai Tirtamaya, menceritakan kesulitan mempertahankan usahanya. Ia menjelaskan bahwa sejak pandemi dan menurunnya minat wisatawan, omzet para pedagang turun drastis, bahkan banyak yang terpaksa gulung tikar karena tak mampu menutup biaya operasional.

“Sekarang wisata sepi, Bu. Dulu ramai, sekarang jarang yang datang. Kami pedagang kecil jadi susah, banyak teman saya sudah tidak jualan lagi. Kami butuh bantuan modal supaya bisa bertahan,” ungkap Taryuni di hadapan Hj. Ratnawati.

Selain itu, warga juga meminta perhatian serius terhadap kualitas infrastruktur dan fasilitas pendukung di kawasan wisata, terutama dalam hal pengelolaan dan promosi Pantai Tirtamaya. Mereka menilai kurangnya perawatan fasilitas dan minimnya promosi menjadi faktor utama turunnya kunjungan wisatawan.

Warga juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas program MBG (Menuju Berdaya Guna) yang dijalankan pemerintah daerah. Mereka berharap program ini benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat akar rumput, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi, pelatihan usaha, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM. Selain itu, pemerintah desa juga mengusulkan perbaikan dan pembangunan sarana infrastruktur desa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hj. Ratnawati menyatakan empatinya terhadap kondisi yang dialami masyarakat Desa Dadap. Ia berkomitmen untuk menyuarakan permasalahan ini ke tingkat Provinsi Jawa Barat, terutama kepada dinas terkait yang membidangi pariwisata, koperasi, dan UMKM.

“Saya sudah mencatat semua keluhan dan harapan warga. Ini akan saya bawa dalam rapat dengan OPD terkait di Provinsi. Kita harus cari solusi supaya wisata Pantai Tirtamaya bisa hidup kembali dan para pelaku usaha bangkit,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sosialisasi Perda tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi produk hukum daerah, tetapi juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Salah satu Perda yang disosialisasikan adalah Perda tentang pemberdayaan UMKM dan perlindungan pelaku usaha lokal.

Baca Juga:3 Wisatawan Terseret Ombak di Puncak Guha, Dua Masih Hilang

Ratnawati mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMDes, dan pelaku usaha lokal dalam mengembangkan potensi wisata secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya revitalisasi kawasan wisata, penyediaan fasilitas yang memadai, serta program promosi digital agar destinasi seperti Pantai Tirtamaya kembali menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. (Bas)