banner 500x188

Pemerintah Dorong Penanganan Perlintasan Rawan, AHY: Keselamatan Prioritas Utama

Pemerintah terus mendorong penanganan perlintasan kereta api sebidang yang dinilai rawan kecelakaan, khususnya di wilayah padat penduduk.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

JuaraNews, Bekasi – Pemerintah terus mendorong penanganan perlintasan kereta api sebidang yang dinilai rawan kecelakaan, khususnya di wilayah padat penduduk.

Tingginya risiko kecelakaan di perlintasan kereta sebidang, terutama di kawasan padat penduduk, menjadi perhatian serius Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY menegaskan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur, seperti flyover dan underpass, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik.

Baca Juga: Hj. Ratnawati Tinjau Padat Karya di Indramayu, Dorong Ekonomi Lokal dan Serap Tenaga Kerja

Lebih lanjut, Menko AHY menegaskan bahwa perlintasan sebidang masih menjadi salah satu titik rawan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik yang melibatkan kendaraan maupun pejalan kaki. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mengurangi risiko tersebut melalui pembangunan infrastruktur yang lebih aman.

“Perlintasan sebidang ini memang memiliki risiko yang tinggi. Kita harus mengurangi potensi kecelakaan dengan menghadirkan solusi infrastruktur yang lebih aman, seperti flyover atau underpass,” ujar Menko AHY. Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendorong percepatan pembangunan di sejumlah titik prioritas, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi.

Baca Juga: Penduduk Miskin di Jabar Maret 2025 Sebanyak 3,65 Juta Jiwa

“Kita ingin memastikan keselamatan masyarakat benar-benar terjaga. Karena itu, pembangunan flyover dan underpass harus dipercepat, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal rawan,” lanjutnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh, terutama pasca sejumlah insiden yang terjadi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya menyampaikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur tersebut juga perlu didukung dengan penguatan regulasi dan kepatuhan di lapangan.

Baca Juga: KAI dan KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Jadwal Kereta Walahar Mulai 1 Desember

“Perlintasan sebidang ini memang berisiko tinggi, sehingga perlu ditangani dengan pendekatan yang menyeluruh. Selain pembangunan flyover dan underpass sebagai solusi jangka panjang, penegakan aturan dan kedisiplinan pengguna jalan juga harus terus diperkuat” ujar Sigit.

Ia menambahkan bahwa keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, operator, dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif, baik dari sisi infrastruktur, regulasi, maupun edukasi publik.

“Ke depannya, kita akan memastikan bahwa setiap titik rawan dapat ditangani secara bertahap dengan solusi yang berkelanjutan, sehingga keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama,” tutup Sigit. (dsp)