JuaraNews, BANDUNG – Kisah asmara toxic yang berujung petaka terjadi di Bandung. Korbannya seorang perempuan asal Cileunyi, Kabupaten Bandung berinisial YTR (29).
YTR menjadi korban kebengisan seorang pria berinisial TH (30), kekasihnya. Saat ini, polisi memburu pelaku TH.
Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, kronologi kejadian berawal saat korban YTR bertemu pelaku TH di acara konser di Tritan Point Bandung.
Saat itu, korban bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sedangkan TH merupakan debt collector sebuah perusahaan pembiayaan.
Sejak kenal dan menjalin hubungan asmara dengan pelaku pada 2023, korban menjauh dari keluarga.
“Korban kenal pelaku di acara konser lalu menjalani hubungan kurang lebih dari 2023,” kata Syahrul Ulum, adik korban, kepada wartawan Kamis (18/6/2026).
Selama tiga tahun, korban YTR disekap oleh pelaku di sebuah kamar kos di kawasan Cinunuk, Kabupaten Bandung.
Pelaku TH melarang korban menghubungi keluarga. Bahkan pelaku menguasai handphone (HP) korban.

Setiap Hari Alami Penyiksaan
Keluarga telah berusaha mencari keberadaan korban. Namun upaya itu tak membuahkan hasil.
Saat keluarga menanyakan kabar melalui telepon selular, pelaku yang menjawab menggunakan handphone korban bahwa YTR bekerja dan berdomisili di Jakarta.
Padahal, itu adalah kebohongan pelaku yang menyekap korban. Selama dalam penyekapan, pelaku hampir setiap hari menyiksa korban.
Bukan penyiksaan biasa, tetapi telah mengarah ke niat membunuh. Sebab, penyiksaan yang dilakukan pelaku terhadap korban sangat sadis.
Beruntung nyawa korban terselamatkan setelah penjaga kos membawanya ke RSUD Ujungberung.
Setelah itu, korban dibawa ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tak lama kemudian, keluarga menerima kabar tersebut dari seseorang yang menyebutkan bahwa korban mengalami kecelakaan lalu lintas.
Keluarga pun berangkat ke rumah sakit. Namun kondisi korban yang terluka sangat parah, membuat keluarga curiga.
Kedua Mata Korban Buta
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kedua mata korban terancam buta. Bagian mulut hancur.
Bahkan bibir atas robek sehingga korban dipastikan sumbing. Selain itu, tangan dan kaki korban juga terluka.
“Wajah kakak saya hancur. Mata sebelah kanan infeksi, sebelah kiri mengecil, sudah gak bisa lihat. Bibir bagian atas sudah gak ada. Kaki sebelah kiri bekas bacokan,” kata Syahrul.
Keluarga telah melaporkan kasus penyekapan dan penyiksaan ke Polda Jabar. Saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar tengah memburu pelaku TH.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar tengah menyelidiki kasus tersebut.
“Sebenarnya kemarin subuh pelaku hampir tertangkap. Tetapi lolos. Saat ini, penyidik masih memburu pelaku. Pelaku masih di wilayah Jabar,” kata Kabid Humas Polda Jabar kepada wartawan.







