JuaraNews, Pacitan – Partai Demokrat terus memperkuat soliditas dan konsolidasi internal menuju Pemilu 2029 melalui kegiatan Pendidikan Politik Nasional (Dikpolnas) 2026 yang diselenggarakan oleh Institut Partai Demokrat (IPD) di Pacitan pada 19–20 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun kapasitas kader, mempererat kebersamaan, serta meneguhkan komitmen perjuangan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Kegiatan Dikpolnas 2026 ini turut dihadiri jajaran DPD Partai Demokrat Jawa Barat, di antaranya Ramadania selaku Wakil Bendahara, Najmul Ma’arif sebagai Direktur Eksekutif, Ahmad Bajuri Kepala BPOKK, Kurnia Nugraha dari Bakomstra, Usman Sinambela Sekretaris Bappilu, Rikza Mubarok dari Badan Saksi, Iva Novianti dari Badiklat, Rosita dari BPJK, Juli Akbar Ramadhani dari Bappilu, serta Kevin Febrian yang merupakan Staf Direktur Eksekutif.
Baca Juga: Songsong Pemilu 2029, Partai Demokrat Jabar Gelar Pendidikan Politik Badan Saksi Daerah
Kepala Institut Politik Partai Demokrat, Andi Alifian Mallarangeng, mengatakan Dikpolnas 2026 menjadi langkah penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia kader Partai Demokrat agar semakin siap menghadapi dinamika politik nasional ke depan.
“Alhamdulillah kita sudah berhasil menyelenggarakan Dikpolnas tahun 2026 ini dan ini memang bagian dari proses kaderisasi di dalam Partai Demokrat. Kader-kader ini datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujar Andi.
Menurutnya, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan politik dan strategi pemenangan sebagai bekal ketika kembali ke daerah masing-masing.
“Diharapkan setelah mereka melaksanakan pendidikan ini, mereka bisa kembali ke daerahnya menjadi ujung tombak pemenangan Partai Demokrat di 2029 nantinya,” katanya.
Baca Juga: Dialog Politik Mahasiswa, Saeful Bachri Buka Ruang Diskusi di DPC Demokrat
Andi menegaskan, Dikpolnas bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bagian dari konsolidasi nasional Partai Demokrat yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyebut kegiatan ini akan terus dilaksanakan dalam beberapa gelombang berikutnya.
“Ini bukan cuma sekali ini, tapi akan ada gelombang pertama dan kemudian diikuti gelombang-gelombang berikutnya. Kita senang sekali mereka nampaknya antusias dan pembicara-pembicara juga bagus-bagus sehingga mudah-mudahan ini menjadi bekal yang cukup bagi mereka untuk menjadi kader yang handal di daerah,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Partai Demokrat juga menerapkan sistem kaderisasi berjenjang mulai dari kader muda, kader madya hingga kader utama.
Menurut Andi, pola tersebut dilakukan agar pembinaan kader dapat berjalan lebih terstruktur sesuai kapasitas dan kebutuhan masing-masing tingkatan.
“Ini kaderisasi secara berjenjang untuk melahirkan kader-kader yang memiliki proporsinya masing-masing. Pendidikan politik nasional ini dibuat untuk kader dari seluruh Indonesia, sementara di tingkat DPD dan DPC juga ada proses pendidikan politik sesuai jenjangnya,” jelasnya.
Selain Dikpolnas, Partai Demokrat juga memiliki program kaderisasi lain seperti Akademi Demokrat yang menyasar generasi muda serta bimbingan teknis (Bimtek) khusus bagi anggota legislatif.
“Ada memang khusus untuk anak-anak muda, yaitu Akademi Demokrat, yang disesuaikan dengan karakter generasi muda. Ada juga Bimtek untuk anggota legislatif agar mereka bisa menjalankan tugasnya secara baik,” tutur Andi.
Ia menambahkan, pendidikan politik nasional lebih difokuskan pada penguatan wawasan politik dan strategi pemenangan partai ke depan. Para kader juga dibekali pemahaman mengenai ideologi, visi-misi, hingga positioning Partai Demokrat dalam sistem politik Indonesia.
“Nah, tentu saja pada tahap awal kita memberikan pemahaman tentang ideologi Partai Demokrat, visi-misi Partai Demokrat, serta bagaimana positioning Partai Demokrat dalam sistem politik dan pemerintahan Indonesia,” katanya.
Tak hanya itu, Andi juga menyinggung keberhasilan pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai referensi penting bagi kader Demokrat dalam memahami tata kelola pemerintahan.
Baca Juga: Konsolidasi Ciayumajakuning, Partai Demokrat Jabar Serahkan SK DPAC
“Kita juga menapaki kebijakan-kebijakan pemerintahan Presiden SBY selama 10 tahun menjalankan pemerintahan. Kita lihat memang berhasil menjalankan pemerintahan dan itu menjadi rujukan bagi kader Demokrat,” ujarnya.
Pelaksanaan Dikpolnas 2026 yang digelar Institut Partai Demokrat mendapat apresiasi dari berbagai kader, termasuk Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Ahmad Bajuri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD, Bapak Anton Suratto, yang telah memberikan peluang kepada kader-kader untuk hadir di sini. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berkesinambungan dan seluruh kader bisa mengikuti kegiatan ini,” ungkap Ahmad Bajuri. (dsp)







