JuaraNews, Cirebon – Suasana Desa Cipeujeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, tampak berbeda pada Kamis (7/5/2026).
Sejak pagi, ribuan warga telah memadati lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Antrean panjang warga menjadi gambaran nyata tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan murah di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan daya beli. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.500 paket kebutuhan pokok disiapkan untuk masyarakat.
Program ini merupakan inisiasi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, yang mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Herman Khaeron. Kehadiran program tersebut pun disambut antusias warga karena dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Baca Juga: Saeful Bachri Dorong Pangan Murah Berkelanjutan untuk Ringankan Beban Warga
Ratnawati mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat yang digelar di wilayah daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Ini menunjukkan kebutuhan pangan murah memang sangat dibutuhkan warga, terutama ibu rumah tangga,” ujar Ratnawati.
Ia menjelaskan, kegiatan di Desa Cipeujeuh Kulon merupakan titik kedua dari total 10 lokasi pelaksanaan GPM yang akan digelar di daerah pemilihannya. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Desa Buntet.
Menurutnya, seluruh komoditas pangan yang dijual dalam program tersebut telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga harga jualnya jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Baca Juga: Warga Baleendah Antusias Ikuti Gerakan Pangan Murah
Tak hanya itu, Herman Khaeron juga memberikan tambahan bantuan berupa 1.000 kupon diskon senilai Rp5 ribu yang dapat digunakan masyarakat saat berbelanja kebutuhan pokok.
“Setiap komoditas sudah mendapat subsidi sekitar Rp2 ribu per kilogram. Ditambah lagi ada kupon diskon dari Pak Herman Khaeron. Mudah-mudahan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ratnawati menilai, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Ia berharap program tersebut mampu menjaga stabilitas kebutuhan pangan sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Pegadaian Hadirkan Gadai Bebas Bunga, Solusi Keuangan Praktis dan Terjangkau
“Yang terpenting masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya. Kami ingin hadir membantu warga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ungkapnya.
Sementara itu, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DKPP Provinsi Jawa Barat, Ema Armia Nadia, menyebutkan Gerakan Pangan Murah merupakan program unggulan Pemprov Jabar yang telah berjalan sejak tahun 2023.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang aman dan terjangkau.
Dalam kegiatan itu, DKPP menyediakan sedikitnya 12 jenis komoditas pangan, mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir, sayuran, hingga daging ayam dan sapi.
Baca Juga: Anggota Komisi II DPRD Jabar: Pemerintah Harus Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Nataru
“Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pangan strategis dengan harga stabil, apalagi beberapa komoditas memang mengalami kenaikan akibat pengaruh ekonomi global,” jelas Ema.
Meski demikian, ia memastikan stok beras di Jawa Barat saat ini masih aman karena tengah memasuki masa panen raya.
“Yang cukup terasa kenaikannya memang minyak goreng dan gula pasir. Tapi untuk beras, stok masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (dsp)







