banner 500x188

Puncak Musim Hujan, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Landa Bandung Raya hingga 22 Februari

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG. Hari ini Kota Bandung dan sekitarnya akan didominasi hujan ringan sepanjang hari
Ilustrasi saat hujan turun(foto:net)

JuaraNews, Bandung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, hujan ringan hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Bandung Raya dalam sepekan ke depan, 17-22 Februari 2026.

Dalam kondisi cuaca seperti itu, BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, hujan lebat dipengaruhi banyak faktor, dari dinamika atmosfer global hingga lokal.

Baca Juga:BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabar Sepekan Ini

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, sejumlah indikator global menunjukkan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di Indonesia, termasuk Jawa Barat.

“Nilai SOI saat ini +10,5 dan indeks ENSO di Nino 3.4 berada di angka -0,87. Kondisi ini berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia,” kata Kepala BMKG Bandung dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026)

Ayu, sapaan akrab Teguh Rahayu, menyatakan, Madden Julian Oscillation (MJO) juga aktif pada kuadran 2 atau wilayah Samudra Hindia (Indian Ocean).

Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia hingga sepekan ke depan.

Baca Juga:Rara Sukma Ayu, Remaja Cijaura yang Bawa Kembali Aura Nike Ardilla

“Suhu permukaan laut yang hangat, MJO pada fase 2 Indian Ocean, belokan angin, dan konvergensi di wilayah Jawa Barat berpengaruh terhadap pembentukan awan-awan hujan,” ujar Ayu.

“Kondisi itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sebagian besar Jawa Barat hingga satu pekan ke depan,” tuturnya.

Ayu mengungkapkan, anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat terpantau cukup hangat. Kelembapan udara pada lapisan 850-700 mb juga cukup tinggi, berkisar 60-95 persen, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Secara umum, dalam satu pekan ke depan wilayah Jawa Barat diprakirakan berpotensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.

Baca Juga:Ratnawati Ungkap Lima Masalah Krusial Pertanian Jawa Barat

Wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, cuaca umumnya cerah berawan pada pagi hari. Hujan ringan dan sedang berpotensi mengguyur pada sore dan malam hari.

“Suhu udara di Bandung Raya berkisar antara 20 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan 60 sampai 92 persen. Angin umumnya bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5 sampai 19 kilometer per jam,” ucap Ayu.

Musim Hujan

Kepala BMKG Bandung menyatakan, saat ini Jawa Barat termasuk Bandung Raya masih berada dalam periode musim hujan.

Bahkan, sebagian wilayah Bandung Raya masih memasuki puncak musim hujan pada Februari hingga Maret 2026.

Baca Juga:Waspada! HP Bisa Jadi Jalur Petir Saat Hujan Turun

“Sebagian wilayah Bandung Raya periode Februari dan Maret masih dalam periode puncak musim hujan, sehingga potensi hujan sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai,” ujarnya.

BMKG juga mencatat suhu minimum terendah di Bandung Raya pada Februari 2026 terjadi pada 4 dan 5 Februari sebesar 20,0°C. Sedangkan suhu maksimum tertinggi tercatat pada 6 dan 7 Februari sebesar 31,4°C.

Ada pun wilayah Jawa Barat yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 17-22 Februari 2026 antara lain Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi.

Karawang, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Sumedang, Majalengka.

Baca Juga:Longsor di Cisarua Bandung Barat, 82 Warga Hilang dan 8 Ditemukan Meninggal Dunia

Kemudian, Kuningan, Cirebon, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Kota Banjar hingga Pangandaran.

Teguh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Kami menghimbau masyarakat waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat berdampak pada genangan, banjir, pergerakan tanah atau longsor, serta angin kencang,” kata Ayu.

Masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan di imbau lebih berhati-hati saat terjadi hujan dengan durasi lama maupun intensitas tinggi.

Masyarakat di ingatkan selalu memantau informasi resmi dari BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan.

“Untuk keamanan dan kenyamanan sebelum beraktivitas di luar ruangan. Silakan mengecek informasi cuaca dari kanal resmi BMKG seperti media sosial, situs web www.bmkg.go.id dan aplikasi infoBMKG. Hindari informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Ayu. (Benz)