banner 500x188

Program MBG Dongkrak Ekonomi Desa, Saeful Bachri Minta Warga Aktif di Rantai Pasok

Program MBG Dongkrak Ekonomi Desa, Saeful Bachri Minta Warga Aktif di Rantai Pasok
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri. (Foto:Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif warga dalam memanfaatkan peluang usaha dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Legislator Partai Demokrat ini menilai Program MBG memiliki efek ekonomi berantai karena menggerakkan operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap desa.

Baca Juga:DPRD Jabar Dukung Sektor Pariwisata Berkelanjutan

Dengan kapasitas produksi yang besar—rata-rata sekitar 3.000 porsi per dapur setiap hari—kebutuhan bahan baku seperti beras, ikan, daging, telur, bumbu dapur, hingga buah-buahan harus dipenuhi secara konsisten.

Menurut Saeful Bachri, kebutuhan bahan baku yang sangat besar ini seharusnya dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat lokal agar mereka dapat turut merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

Saeful Bachri, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, menyoroti bahwa laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sedang berada dalam kondisi kurang menggembirakan.

Baca Juga:Saeful Bachri Minta Pemprov Jabar Perkuat UMKM untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

Pertumbuhan ekonomi tahun 2024 hanya mencapai 4,95%, sementara pada tahun 2025 diperkirakan naik tipis menjadi 5,25%. Kenaikan yang hanya 0,3% ini dinilai tidak signifikan, terlebih dengan nilai APBD Jawa Barat Tahun 2025 yang mencapai Rp 31 triliun, namun justru mengalami penurunan pada APBD 2026 menjadi sekitar Rp 26 triliun akibat berbagai pemangkasan.

“Sebagai anggota legislatif provinsi, sudah menjadi tugas saya untuk memberikan gambaran dan masukan kepada pemerintah. Pengawasan adalah salah satu fungsi utama DPRD, termasuk dalam memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan,” ujar Saeful Bachri Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2025 di Graha Macan, Kantor Demokrat Kabupaten Bandung, Jl. Puradinata 89 Baleendah, Senin (17/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu daerah umumnya dipengaruhi oleh empat faktor produksi, yaitu:

Baca Juga:HUT ke-80 Jawa Barat, Saeful Bachri: Semoga Semakin Maju

Sumber Daya Alam (SDA): Ketersediaan serta pengelolaan kekayaan alam seperti tanah, mineral, dan energi sebagai komponen penting produksi.

Sumber Daya Manusia (SDM): Kualitas dan jumlah tenaga kerja, termasuk aspek pendidikan dan kesehatan, yang menentukan tingkat produktivitas. Modal: Ketersediaan barang modal seperti mesin, peralatan, dan infrastruktur yang menunjang proses produksi. Teknologi dan Kewirausahaan: Tingkat teknologi serta kemampuan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing suatu daerah.

Saeful Bachri juga memaparkan penyebab pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang relatif stagnan di tahun 2025. Menurutnya, banyak investor yang memindahkan kegiatan usahanya ke luar Jawa Barat. Perusahaan-perusahaan padat karya cenderung melakukan ekspansi ke daerah dengan upah tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan Jawa Barat.

Baca Juga:Gelar Reses, Saeful Bachri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Kondisi ini berimbas pada penutupan pabrik, meningkatnya angka PHK, serta menurunnya pendapatan masyarakat. Akibatnya, daya beli masyarakat pun ikut melemah. (Bas)