banner 500x188

Polres Cimahi Gelar Apel Siaga Bencana Bersama Forkopimda Cimahi-KBB 

JuaraNews, Cimahi – Polres Cimahi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Apel Siaga Bencana di Mapolres Cimahi, Rabu (4/11/2026) pagi. Kegiatan ini, menjadi langkah antisipasi menyusul meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang yang berpotensi memicu berbagai bencana di dua wilayah tersebut.

Kapolres Cimahi, AKBP Endy Desianto, menuturkan apel tersebut bertujuan memperkuat koordinasi serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

“Sedini mungkin kita melaksanakan apel tanggap bencana ini untuk bersama-sama melakukan koordinasi, kerja sama penanggulangan bersama di daerah yang mungkin nanti ke depan ada yang kita harus lakukan penanganan, agar tidak bekerja sendiri-sendiri tapi bersama-sama,” katanya usai kegiatan apel.

Baca Juga: Kawal Penanganan Insiden KM 360, Manajemen Persib Silaturahmi ke Polres Batang

Keterlibatan seluruh instansi menurutnya menjadi faktor penting agar penanganan bencana dapat berjalan efektif.

Dengan koordinasi yang baik, masyarakat yang terdampak juga diharapkan memperoleh pelayanan dan bantuan secara maksimal.

“Untuk apa? Lebih bersama-sama meningkatkan penanganan, sehingga masyarakat semuanya, khususnya yang ada di Cimahi maupun Kabupaten Bandung Barat, dapat terlayani,” jelasnya.

Guna mendukung upaya tersebut, sebanyak 380 personel gabungan dari berbagai instansi telah disiapkan. Endy menuturkan, personel tersebut akan dilibatkan dalam penanganan apabila terjadi bencana.

Baca Juga: Polres Cimahi Ungkap Pencurian Kabel Whoosh, 5 Pelaku dan 1 Penadah Ditangkap

“Personel yang hari ini kita libatkan 380 personel dari berbagai instansi terkait,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Polres Cimahi bersama instansi terkait juga terus memperhatikan pemetaan kawasan rawan bencana. Sejumlah wilayah menurutnya memiliki potensi kerawanan.

“Pemetaan wilayah daerah-daerah rawan longsor, mungkin hampir sebagian tempat lah, kecuali di Kota besar Cimahi, itu saya perhatikan banyak titik-titik rawan bencana, utamanya longsor ya,” katanya.

Sementara itu, potensi angin puting beliung juga menjadi perhatian karena kemunculannya sulit diprediksi. Kendati begitu, seluruh personel diminta tetap siap menghadapi kemungkinan tersebut.

“Kemarin angin puting beliung memang tidak dapat diperkirakan, tapi di manapun itu kita siap mengantisipasi,” ujarnya.

Endy juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memahami karakteristik wilayah tempat tinggal masing-masing, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.

“Terkait siaga bencana ini, agar masyarakat mulai memahami karakteristik daerahnya sendiri, kemudian melakukan pencegahan dengan apa ya, sama-sama melibatkan kami,” ucapnya.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan situasi darurat atau membutuhkan bantuan petugas. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat Polri di nomor 110.

“Apabila membutuhkan bantuan kami. Kemudian, memberikan informasi kepada kami, kita akan siap membantu,” tegasnya.