JuaraNews, Bandung – Ketua KNPI Jawa Barat, Bayu Umbara, menegaskan dalam kepengurusan periode 2026-2029 akan mengarahkan organisasi kepemudaan ini untuk memperkuat program kepemudaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bayu seusai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Jawa Barat yang berlangsung di Grand Asrilia Hotel, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya pelaksanaan Musda sempat beberapa kali mengalami penundaan, namun akhirnya dapat terlaksana dan dalam Musda ini Bayu juga telah ditetapkan sebagai calon tunggal Ketua DPD KNPI Jawa Barat periode 2026-2029.
Lebih lanjut ia menuturkan, meski hanya ada satu calon yang lolos dalam proses verifikasi, mekanisme musyawarah tetap berjalan dengan melibatkan calon-calon lainnya.
Baca Juga: Bayu Umbara Maju Calon Ketua KNPI Jabar, Kantongi Dukungan 73 OKP dan 23 DPD
“Memang sudah diumumkan saya menjadi calon tunggal untuk ketua DPD KNPI Periode 2026-2029. Alhamdulillah, meskipun misalnya saya menjadi calon tunggal, tapi proses demokrasi tetap berjalan dengan musyawarah mufakat dengan calon-calon yang lain,” katanya.
“Akhirnya calon-calon yang lain juga merapatkan barisan ke saya sebelum pengembalian formulir, gitu. Jadi, Alhamdulillah sudah calon tunggal,” jelasnya.
Bayu menuturkan, KNPI merupakan organisasi yang menghimpun berbagai kelompok pemuda dengan latar belakang yang beragam. Untuk itu, kepemimpinannya ke depan akan mengedepankan sikap adaptif terhadap perbedaan karakter, organisasi, agama, maupun latar belakang politik para anggotanya.
“Saya berusaha untuk dalam kepemimpinan ke depan untuk berusaha adaptif ya, dengan karakter masing-masing golongan tersebut dan semoga bisa terus relevan ya dengan apa yang memang disuarakan oleh masing-masing golongan itu,” ujar Bayu.
Baca Juga: KNPI Jabar Gandeng Pelajar, Komunitas Lingkungan Sosialisasi Kebudayaan dan Tanam Pohon
Ia juga menegaskan KNPI merupakan wadah berhimpun bagi berbagai kelompok kepemudaan dan tidak diarahkan untuk kepentingan politik praktis.
“KNPI itu kan sebetulnya wadah berhimpun saja gitu, wadah berhimpun terkait dengan program-program kepemudaan. Jadi sebetulnya tidak ada kepentingan-kepentingan politik di dalamnya gitu,” katanya.
Kurangi Seremonial, Perbanyak Program untuk Masyarakat

Dalam kepengurusan periode 2026-2029, Bayu akan melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang dinilai masih perlu diperbaiki. Salah satu fokusnya adalah mengurangi kegiatan yang bersifat seremonial dan memperbanyak program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain itu, KNPI Jawa Barat akan berupaya menjadi katalisator sekaligus jembatan antara pemuda dan pemerintah dalam menjalankan berbagai program kepemudaan.
“Ya mudah-mudahan di kepengurusan nanti 2026-2029 kita intinya sebagai katalisator, bridging dengan pemerintah supaya program-program kepemudaan berjalan dengan baik,” ungkapnya.
“Dan tentu saja, program-program yang ada di KNPI karena sebagai katalisator juga dengan pemerintah, nanti kita bersinergi, gitu,” ucapnya.
Sejumlah persoalan yang akan menjadi perhatian antara lain pendidikan dan ketenagakerjaan. Pihaknya siap membantu pemerintah dalam mengakselerasi tingkat pendidikan pemuda, termasuk menangani persoalan masih adanya anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
KNPI juga akan turut mendorong upaya mengurangi tingkat pengangguran terbuka di kalangan pemuda Jawa Barat. Program kepemudaan juga akan diarahkan pada kegiatan sosial, kebencanaan, hingga berbagai kegiatan yang membutuhkan keterlibatan langsung pemuda di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bayu mengungkapkan dirinya memiliki pengalaman selama sekitar 17 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol Pemprov Jabar.
Selama berkarier di lingkungan Pemprov Jabar, Bayu pernah menjalankan sejumlah tugas, di antaranya menjadi ajudan Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan, sekretaris pribadi Mochamad Iriawan, Kepala Rumah Tangga Ridwan Kamil, serta bidang Kesejahteraan Rakyat.
Terkait pencalonannya sebagai Ketua KNPI Jawa Barat, Bayu menyebut telah mendapatkan restu dari pimpinan pemerintah provinsi yakni Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
KDM sapaan akrabnya juga berpesan kepadanya agar tidak membawa KNPI ke ranah politik praktis.
“Intinya pesan beliau, apa namanya, ‘Ulah popolitikan’ (jangan berpolitik), gitu. Ya, Ulah popolitikan. Artinya dengan apa, perkataan seperti itu ya menyiratkan bahwa fokus pada program-program kepemudaan,” tegasnya.







