JuaraNews, Bandung – Layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Bandung harus tetap mengedepankan kualitas. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang mudah diakses, cepat, ramah, transparan, dan bermutu.
Hal itu ditegaskan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, saat menghadiri Lokakarya Mini Triwulan III Tahun 2026 di Kantor Kecamatan Lengkong, Bandung, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga:Tak Perlu Antre Pagi, Puskesmas 24 Jam Bandung Jadi Solusi Warga
Christian menilai, pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pembangunan manusia. Karena itu, pemerintah tidak hanya dituntut menyediakan akses kesehatan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang layak dan berkualitas.
“Gratis itu bukan berarti pelayanan tanpa kualitas. Pelayanan gratis tetap harus mudah diakses, cepat, bermutu, ramah, transparan, dan berkelanjutan. Masyarakat tidak boleh terhambat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Christian.
Menurutnya, masih ada kekhawatiran di tengah masyarakat terkait biaya ketika hendak berobat. Kondisi tersebut harus dihilangkan agar warga tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah.
Christian mengatakan, Kota Bandung masih menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan. Mulai dari pertumbuhan penduduk, mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, hingga persoalan penyakit menular dan tidak menular.
Baca Juga:A.Yamin Pastikan Pesantren di Jabar Dapat Perhatian Khusus
Selain itu, stunting, kesehatan lansia, serta kesehatan jiwa juga menjadi perhatian yang perlu ditangani secara serius.
“Kesehatan mental sekarang semakin tinggi kesadarannya. Jadi layanan kesehatan tidak hanya memperhatikan aspek fisik, tetapi juga kesehatan jiwa,” katanya.
Dia menambahkan, penguatan layanan kesehatan juga harus menyentuh aspek pencegahan. Masyarakat perlu didorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui program skrining agar penyakit dapat diketahui lebih awal.
Tak hanya itu, edukasi kesehatan di tingkat keluarga juga dinilai penting. Christian menyebut kader PKK dan Posyandu memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi, hingga pola konsumsi makanan sehat bagi anak.
Dia mencontohkan pemenuhan protein anak tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan anggaran sekitar Rp2.000, keluarga bisa memilih telur sebagai salah satu sumber protein yang kemudian diolah menjadi makanan sesuai selera anak.
“Daripada uang Rp2.000 digunakan untuk jajan yang kandungan gizinya kurang, bisa dibelikan telur. Telur bisa diolah menjadi berbagai makanan yang disukai anak. Ini bagian dari edukasi gizi yang bisa dimulai dari keluarga,” tuturnya.
Baca Juga:Pegadaian Hadirkan Gadai Bebas Bunga, Solusi Keuangan Praktis dan Terjangkau
Christian juga mendorong agar pelayanan kesehatan diperkuat secara menyeluruh, mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.
Puskesmas, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Fungsinya bukan hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan deteksi dini berbagai penyakit.
“Jangan sampai masyarakat baru datang ketika sudah sakit berat. Upaya promotif dan preventif harus terus diperkuat,” ujarnya.
Menurut Christian, peningkatan kapasitas dan aksesibilitas fasilitas kesehatan tetap diperlukan seiring bertambahnya kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah Kecamatan Lengkong.
Dengan penguatan tersebut, dia berharap pelayanan kesehatan di Kota Bandung semakin mudah dijangkau sekaligus mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat ketika membutuhkan pengobatan. (*)







