banner 500x188

Pameran “Space of Happiness” SCampur97 Hadir di Jakarta, Rayakan 30 Tahun Persahabatan Perupa IKJ

Sebuah peristiwa seni dan kebudayaan yang hangat, penuh kenangan, sekaligus sarat makna akan hadir melalui pameran seni rupa.

JuaraNews, Jakarta – Sebuah peristiwa seni dan kebudayaan yang hangat, penuh kenangan, sekaligus sarat makna akan hadir melalui pameran seni rupa bersama komunitas SCampur97 bertajuk “Space of Happiness”.

Pameran ini digelar mulai 26 April hingga 17 Mei 2026 di Rasaharsa Coffee & Eatery, dengan acara pembukaan pada Minggu (26/4/2026) pukul 14.00–19.00 WIB.

Pameran ini menjadi momentum istimewa bagi para perupa angkatan 1997 Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang merayakan tiga dekade perjalanan persahabatan dalam sebuah ruang temu kreatif.

Baca Juga: Merawat Coffee Space-Stikom Bandung Gelar REUSE REWEAR, Ruang Interaksi Pecinta Kopi dan Penggiat Fashion

Sebanyak 17 perupa ambil bagian, menampilkan karya-karya terbaik yang merefleksikan perjalanan hidup, dinamika zaman, serta ikatan kebersamaan yang telah terjalin selama 30 tahun.

Mengusung tema “Space of Happiness”, pameran ini mengajak publik untuk memahami bahwa kebahagiaan tidak semata hadir dalam ruang fisik seperti rumah, taman, atau studio.

Lebih dari itu, kebahagiaan juga merupakan ruang batin rasa aman, diterima, dicintai, hingga damai dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Gagasan tersebut diterjemahkan para seniman melalui kenangan, pengalaman personal, hingga narasi visual tentang harmoni kehidupan.

Baca Juga: Raperda Pemajuan Kebudayaan Disahkan, Saeful Bachri Dorong Perlindungan Seniman Jabar

Adapun para perupa yang terlibat dalam pameran ini antara lain Bam Sickos, Dwi Budi Prasetyo, Ida Ayu Made Indrayani M., Kartika Ekasari Murti, Sam Yode, Roe., Jimmy Budiman, Jimmy Silaen, Johan Kurniawan, Lambertus Widya Bayu Aji, Fransiska Fitrinia, Nasya Patrini Rusdi, Nyoman Antara, Quint, Yopi Bramiana, Y. Caturwindu Yudha P, serta Wulan Novianti Widjojo.

Sebagai pengantar pameran, akan hadir Jimi Multhazam, musisi sekaligus pelukis yang dikenal sebagai personel Bequiet, The Upstairs, dan Morfem, serta penggagas kanal siniar NGOBRYLS. Kehadirannya dinilai penting karena ia memahami dinamika pergerakan mahasiswa seni di lingkungan IKJ sejak era 1990-an.

Pameran ini juga akan dibuka secara resmi oleh Gandung Amento, alumni angkatan 1997 yang kini menjabat Ketua ILUSI IKJ (Ikatan Alumni Seni Rupa dan Desain IKJ). Organisasi tersebut aktif membangun jejaring, kegiatan seni, serta memperkuat solidaritas antaralumni.

Baca Juga: Panggung Coklat Kita Nyala Lagi, Napak Jagat Pasundan Bikin Pangandaran Bergemuruh

Sejumlah figur penting dari generasi 97 turut hadir, di antaranya Yohanes Catur Windu, mantan Ketua pertama GORTA (Goresan Jakarta), serta Jimmy Benz Silaen atau Jimtai, yang kini aktif sebagai art director di sejumlah film nasional sekaligus pendiri komunitas Mozart’s73.

Mengenang Era “Kampus 24 Jam”

Angkatan 1997 memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Seni Rupa IKJ. Masa itu dikenal sebagai periode penuh energi, kreativitas, dan gerakan mahasiswa. Berbagai aktivitas seperti Liga Seni Rupa (LSR IKJ), pameran alternatif, diskusi, hingga produksi karya berlangsung hampir tanpa henti, menjadikan IKJ dikenal sebagai “Kampus 24 Jam”.

Siang hari digunakan untuk perkuliahan, sementara malam hari diisi dengan berkarya, berdiskusi, berorganisasi, hingga membangun jejaring lintas generasi. Semangat kolektif tersebut kini dihidupkan kembali melalui pameran “Space of Happiness”.

Baca Juga: Bandung Luncurkan Calendar of Event 2026, 113 Acara Atraktif Siap Digelar Sepanjang Tahun

Ajang Silaturahmi dan Ruang Apresiasi Publik

Lebih dari sekadar pameran seni, SCampur97 diharapkan menjadi ajang silaturahmi hangat bagi para alumni angkatan 1997 yang kini telah menempuh beragam profesi dan perjalanan hidup.

Di sisi lain, pameran ini juga menjadi undangan terbuka bagi publik untuk menyaksikan bagaimana persahabatan, memori kolektif, dan seni mampu bertahan serta terus tumbuh melintasi waktu.

Melalui karya-karya yang ditampilkan, pengunjung diajak menyelami ruang kebahagiaan dari sudut pandang para perupa sebuah ruang yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dapat dirasakan. (dsp)